336 Gempa Tektonik Guncang Sulawesi Utara Sepanjang Maret 2026
336 Gempa Tektonik Guncang Sulawesi Utara Sepanjang Maret 2026

336 Gempa Tektonik Guncang Sulawesi Utara Sepanjang Maret 2026

LintasWarganet.com – 27 April 2026 | Selama bulan Maret 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Geofisika Manado mencatat total 336 gempa tektonik yang terjadi di wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya. Aktivitas seismik ini menandai bulan paling aktif dalam catatan gempa di wilayah tersebut selama lima tahun terakhir.

  • Magnitude 2,0‑2,9: 210 kejadian
  • Magnitude 3,0‑3,9: 95 kejadian
  • Magnitude 4,0‑4,9: 28 kejadian
  • Magnitude ≥5,0: 3 kejadian

Gempa-gempa berpusat di zona subduksi antara Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia, yang dikenal sebagai Palung Sulawesi. Pergeseran tektonik di zona ini memicu tekanan akumulatif yang akhirnya dilepaskan dalam bentuk seismik.

Hingga kini, tidak ada laporan korban jiwa atau cedera serius yang terkait langsung dengan gempa tersebut. Beberapa wilayah, terutama di sekitar Manado, melaporkan kerusakan ringan pada bangunan non‑struktur seperti genteng yang pecah dan dinding retak. Pemerintah daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan inspeksi rutin dan memberikan rekomendasi perbaikan bagi struktur yang rentan.

BMKG menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat, terutama di daerah rawan gempa. Langkah-langkah yang dianjurkan meliputi:

  1. Memastikan bangunan memenuhi standar tahan gempa.
  2. Menyimpan perlengkapan darurat (senter, radio, makanan tahan lama).
  3. Melakukan latihan evakuasi secara berkala.
  4. Mengikuti peringatan dan informasi resmi dari BMKG.

Secara historis, Sulawesi Utara memang berada dalam zona seismik tinggi. Data arsip menunjukkan rata-rata 150‑200 gempa per tahun, namun lonjakan hingga 336 kejadian dalam satu bulan merupakan anomali yang menimbulkan perhatian para ilmuwan. BMKG akan terus memantau aktivitas seismik dan memperbaharui zona bahaya gempa untuk mendukung upaya mitigasi bencana.

Dengan terus meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan, diharapkan dampak potensial dari gempa tektonik di masa mendatang dapat diminimalisir, melindungi nyawa dan harta benda warga Sulawesi Utara.