214 Pengemudi Bus Terminal Pulogebang Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis
214 Pengemudi Bus Terminal Pulogebang Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis

214 Pengemudi Bus Terminal Pulogebang Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis

LintasWarganet.com – 28 Maret 2026 | Sejumlah 214 pengemudi bus yang melayani rute di Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta Timur, memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan secara gratis yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Transportasi Umum. Pemeriksaan tersebut dilakukan selama tiga hari, mulai dari 12 hingga 14 Februari 2024, dengan tujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan di kalangan pekerja transportasi.

Layanan kesehatan meliputi pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, tes kolesterol, serta skrining penyakit menular seperti tuberkulosis dan COVID‑19. Selain itu, para pengemudi juga diberikan konseling gizi dan edukasi tentang pola hidup sehat.

  • Tekanan darah: pemeriksaan otomatis menggunakan alat sphygmomanometer.
  • Kadar gula darah: menggunakan tes glucometer cepat.
  • Kolesterol: analisis profil lipid.
  • Skrining TB: tes tuberkulin.
  • Skrining COVID‑19: rapid antigen test.

Hasil survei singkat yang dilakukan pada saat acara menunjukkan bahwa lebih dari 80 % peserta mengaku belum pernah melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin dalam setahun terakhir. Dengan adanya layanan gratis ini, diharapkan para pengemudi dapat mendeteksi masalah kesehatan secara dini dan mengurangi risiko kecelakaan di jalan.

Pihak penyelenggara menekankan pentingnya keberlanjutan program serupa di terminal-terminal lain di seluruh wilayah DKI Jakarta. Mereka berencana memperluas cakupan layanan ke seluruh pengemudi angkutan umum, termasuk taksi daring dan ojek online, dalam beberapa bulan ke depan.

Para pengemudi yang mengikuti program melaporkan kepuasan tinggi, terutama karena pemeriksaan dilakukan di lokasi yang mudah dijangkau tanpa harus meninggalkan terminal selama jam kerja. Beberapa di antaranya menyatakan berencana untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan setiap enam bulan.

Upaya ini sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah yang menargetkan penurunan angka kecelakaan lalu lintas akibat faktor kesehatan pekerja transportasi. Dengan meningkatkan kesehatan para pengemudi, diharapkan layanan transportasi publik menjadi lebih aman dan dapat diandalkan oleh masyarakat.