2.200 Rumah Pangan Kita Jadi Garda Terdepan Jaringan Distribusi Pangan di Kalimantan Barat
2.200 Rumah Pangan Kita Jadi Garda Terdepan Jaringan Distribusi Pangan di Kalimantan Barat

2.200 Rumah Pangan Kita Jadi Garda Terdepan Jaringan Distribusi Pangan di Kalimantan Barat

LintasWarganet.com – 09 Juni 2026 | Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Barat menegaskan peran strategis 2.200 unit Rumah Pangan Kita (RPK) yang tersebar di 14 kabupaten/kota dalam jaringan distribusi pangan provinsi. Dengan jumlah tersebut, RPK menjadi titik utama dalam memastikan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat, khususnya di daerah‑daerah terpencil.

RPK berfungsi sebagai pusat pengumpulan, penyimpanan, dan penyaluran pangan, terutama beras, jagung, dan produk olahan lainnya. Setiap RPK dilengkapi dengan fasilitas penyimpanan yang memadai serta sistem logistik yang terintegrasi dengan gudang pusat Bulog. Hal ini memungkinkan distribusi pangan dapat berlangsung cepat dan efisien, mengurangi potensi kelangkaan di pasar lokal.

Berikut adalah pembagian RPK menurut wilayah:

Wilayah Jumlah RPK
Kota Pontianak 250
Kabupaten Sambas 180
Kabupaten Ketapang 160
Kabupaten Singkawang 120
Kabupaten Kapuas Hulu 110
Kabupaten Sanggau 100
Kabupaten Bengkayang 95
Kabupaten Landak 85
Kabupaten Sintang 70
Kabupaten Sekadau 60
Kabupaten Melawi 55
Kabupaten Kayong Utara 45
Kabupaten Kubu Raya 30
Kabupaten Murung Raya 20

Keberadaan RPK tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang pasar bagi petani lokal. Melalui mekanisme pembelian langsung dari petani, Bulog dapat menyalurkan hasil produksi ke RPK dengan harga yang kompetitif, sekaligus menjamin kualitas bahan pangan yang sampai ke konsumen.

Selain itu, RPK dilengkapi dengan program pelatihan bagi petani mengenai teknik penyimpanan pasca panen, manajemen stok, dan pemasaran. Program ini diharapkan meningkatkan pendapatan petani serta mengurangi kehilangan hasil panen akibat penyimpanan yang tidak tepat.

Ke depan, Bulog berencana menambah kapasitas penyimpanan di masing‑masing RPK serta memperluas jaringan ke wilayah‑wilayah yang belum terjangkau. Target jangka menengah adalah meningkatkan jumlah RPK menjadi 2.500 unit, sehingga distribusi pangan dapat lebih merata dan responsif terhadap dinamika kebutuhan masyarakat.