10 Perusahaan Diduga Manipulasi Nilai Ekspor Sawit, Gapki Buka Suara
10 Perusahaan Diduga Manipulasi Nilai Ekspor Sawit, Gapki Buka Suara

10 Perusahaan Diduga Manipulasi Nilai Ekspor Sawit, Gapki Buka Suara

LintasWarganet.com – 28 Mei 2026 | Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mengeluarkan pernyataan resmi terkait dugaan manipulasi nilai ekspor minyak sawit mentah (CPO) yang melibatkan sepuluh perusahaan besar di sektor ini.

Gapki menyebut bahwa terdapat indikasi beberapa pelaku industri menetapkan nilai ekspor di bawah harga pasar, menggunakan dokumen fiktif, serta berkolusi dengan pihak logistik untuk menyembunyikan volume sebenarnya. Praktik semacam ini berpotensi menurunkan penerimaan devisa negara dan merusak data perdagangan nasional.

  • Penetapan nilai FOB (Free On Board) di bawah harga pasar internasional.
  • Penggunaan faktur atau dokumen palsu untuk mengurangi bea dan pajak.
  • Kolusi dengan perusahaan transportasi guna menutupi volume ekspor yang sesungguhnya.

Berikut beberapa konsekuensi yang dapat muncul jika dugaan ini terbukti:

  1. Distorsi statistik perdagangan Indonesia di pasar global.
  2. Kerugian fiskal berupa penurunan penerimaan pajak dan devisa.
  3. Menurunnya kepercayaan investor asing terhadap transparansi sektor agribisnis.

Gapki menuntut otoritas terkait, termasuk Kementerian Perdagangan dan Badan Pengawas Perdagangan Internasional, untuk melakukan penyelidikan menyeluruh, memperketat mekanisme verifikasi nilai ekspor, serta menegakkan sanksi tegas bagi pelanggar.

Pemerintah menyatakan kesiapannya meninjau kasus ini secara mendalam dan berkoordinasi dengan lembaga pengawas untuk memastikan kepatuhan regulasi. Sampai saat ini, beberapa perusahaan yang disebutkan belum memberikan komentar resmi.

Jika bukti manipulasi terkonfirmasi, kemungkinan akan muncul regulasi baru yang menambah transparansi penetapan nilai ekspor CPO serta memperketat prosedur kepatuhan bagi seluruh pelaku industri kelapa sawit.