Ketum Muhammadiyah Ungkap Sosok Praka Farizal Rhomadhon yang Gugur di Lebanon, Ikut Populerkan KHGT saat Ramadhan
Ketum Muhammadiyah Ungkap Sosok Praka Farizal Rhomadhon yang Gugur di Lebanon, Ikut Populerkan KHGT saat Ramadhan

Ketum Muhammadiyah Ungkap Sosok Praka Farizal Rhomadhon yang Gugur di Lebanon, Ikut Populerkan KHGT saat Ramadhan

LintasWarganet.com – 01 April 2026 | Ketua Umum Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas meninggalnya Praka Farizal Rhomadhon, seorang aktivis muda yang gugur dalam tugas PBB di Lebanon. Kejadian ini menimbulkan keprihatinan luas di kalangan organisasi keagamaan dan kemanusiaan di Indonesia.

Praka Farizal, yang dikenal sebagai sosok energik dan berdedikasi, terlibat dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon pada bulan Ramadan 1447 H. Selain tugas diplomatik, ia berperan penting dalam menggerakkan kampanye “Khatam Al-Qur’an di Genggam Tangan” (KHGT) yang menargetkan peningkatan partisipasi membaca Al‑Qur’an selama bulan suci.

Berikut beberapa kontribusi utama Praka Farizal sebelum meninggal:

  • Mengorganisir pelatihan membaca Al‑Qur’an secara daring bagi pemuda di daerah terpencil.
  • Menjadi koordinator relawan PBB yang membantu penduduk sipil di wilayah konflik.
  • Mendorong kolaborasi antara lembaga keagamaan dan organisasi internasional dalam program edukasi Al‑Qur’an.
  • Menulis artikel motivasi tentang pentingnya membaca Al‑Qur’an selama Ramadan, yang kemudian dibagikan luas di media sosial.

Ketua Umum Muhammadiyah menegaskan bahwa dedikasi Praka Farizal merupakan contoh nyata semangat kepedulian sosial yang sejalan dengan nilai-nilai Muhammadiyah. Ia menambahkan, “Kita harus meneruskan warisan beliau dengan terus menguatkan gerakan KHGT, terutama di masa-masa sulit seperti kini.”

Untuk menghormati jasa-jasanya, Muhammadiyah berencana mengadakan peringatan khusus yang melibatkan keluarga, sahabat, serta rekan kerja Praka Farizal. Acara tersebut akan menjadi momentum untuk mengingatkan pentingnya kontribusi pemuda dalam menggerakkan perubahan positif, baik di tingkat lokal maupun internasional.