Bagian Mata Luka Parah Akibat Siraman Air Keras, Andrie Yunus Terancam Cacat Permanen
Bagian Mata Luka Parah Akibat Siraman Air Keras, Andrie Yunus Terancam Cacat Permanen

Bagian Mata Luka Parah Akibat Siraman Air Keras, Andrie Yunus Terancam Cacat Permanen

LintasWarganet.com – 31 Maret 2026 | Andrie Yunus, yang menjabat sebagai Wakil Koordinator KontraS, mengalami cedera serius pada mata setelah menerima siraman air keras yang mengakibatkan luka mendalam. Insiden ini terjadi pada sebuah aksi demonstrasi di Jakarta pada tanggal 26 Maret 2023, di mana aparat kepolisian menggunakan selang bertekanan tinggi untuk mengendalikan massa.

Berikut rangkaian penanganan medis yang telah dilakukan:

  • Stabilisasi awal di lapangan dengan pembilasan mata menggunakan larutan salin steril.
  • Pengangkatan sutur dan pembersihan luka di Rumah Sakit Umum Jakarta pada hari berikutnya.
  • Pemberian antibiotik topikal serta tetes mata antiinflamasi untuk mencegah infeksi dan pembengkakan.
  • Jadwal operasi kornea lanjutan yang direncanakan dalam dua minggu ke depan, tergantung respons perawatan awal.

Pihak KontraS mengeluarkan pernyataan mengecam penggunaan air keras sebagai alat pengendalian massa, menilai tindakan tersebut melanggar standar hak asasi manusia dan prosedur kepolisian yang sah. Sementara itu, organisasi hak asasi manusia lokal menuntut penyelidikan independen terhadap insiden tersebut serta meminta pertanggungjawaban bagi aparat yang terlibat.

Para ahli kesehatan mata menekankan pentingnya prosedur penanganan darurat yang cepat dan tepat untuk mengurangi risiko kebutaan. Beberapa rekomendasi yang disarankan meliputi:

  1. Hentikan aliran air keras secepat mungkin dan jauhkan korban dari sumber tekanan.
  2. Lakukan pembilasan mata dengan larutan isotonic selama minimal 15 menit.
  3. Segera bawa korban ke fasilitas kesehatan dengan layanan oftalmologi.
  4. Catat semua detail insiden untuk keperluan medis dan hukum.

Kasus ini menambah daftar kontroversi penggunaan air keras dalam penanganan demonstrasi di Indonesia, yang sebelumnya telah menimbulkan cedera pada aktivis dan warga sipil lainnya. Pemerintah pusat belum memberikan respons resmi terkait insiden ini, namun diperkirakan akan ada pembahasan lebih lanjut dalam rapat koordinasi keamanan dalam beberapa minggu mendatang.

Andrie Yunus kini berada dalam perawatan intensif di rumah sakit, menantikan hasil evaluasi lanjutan yang akan menentukan prognosis jangka panjangnya. Keluarga dan rekan-rekannya terus memberikan dukungan moral, sekaligus menuntut keadilan atas tindakan yang dianggap melanggar hak dasar warga negara.