Profil Praka Farizal Rhomadhon Gugur di Lebanon, Tinggalkan Istri dan Anak Yang Masih Balita
Profil Praka Farizal Rhomadhon Gugur di Lebanon, Tinggalkan Istri dan Anak Yang Masih Balita

Profil Praka Farizal Rhomadhon Gugur di Lebanon, Tinggalkan Istri dan Anak Yang Masih Balita

LintasWarganet.com – 30 Maret 2026 | Praka Farizal Rhomadhon adalah seorang perwira militer TNI Angkatan Darat yang berusia 30 tahun saat tewas dalam operasi misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIFIL) di Lebanon. Kepergiannya meninggalkan istri yang masih hamil serta seorang anak balita, menimbulkan duka mendalam bagi keluarga dan rekan-rekannya.

Latar Belakang Praka Farizal Rhomadhon

Praka menempuh pendidikan militer di Akademi Militer (AKMIL) dan kemudian melanjutkan kariernya di satuan infanteri elite. Selama bertugas, ia dikenal sebagai sosok yang disiplin, berdedikasi tinggi, dan memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat. Pada tahun 2023, ia ditugaskan sebagai bagian dari kontingen Indonesia dalam misi UNIFIL, yang bertugas menjaga stabilitas di wilayah perbatasan Lebanon selatan.

Misi di Lebanon

Kontingen Indonesia beroperasi di zona penyangga antara pasukan militer Israel dan kelompok bersenjata di Lebanon. Tugas utama meliputi patroli, pengawasan, serta membantu penduduk sipil yang terdampak konflik. Pada tanggal 5 Oktober 2024, Praka bersama rekan-rekannya melakukan patroli rutin di sekitar wilayah al-Mansouri ketika terjadi serangan mendadak oleh kelompok militan yang menembakkan senjata otomatis.

Dalam upaya melindungi posisi tim, Praka berusaha menahan serangan namun terkena tembakan langsung di bagian dada. Ia berhasil dievakuasi ke titik medis terdekat namun kondisi medisnya tidak memungkinkan untuk diselamatkan. Praka dinyatakan gugur di lapangan pada hari yang sama.

Keluarga yang Ditinggalkan

  • Istri: Siti Nurhaliza, usia 28 tahun, masih hamil 7 bulan pada saat kejadian.
  • Anak: Muhammad Arif, usia 1,5 tahun, masih balita yang membutuhkan perawatan intensif.
  • Orang Tua: Bapak dan Ibu Farizal, tinggal di Bandung, Jawa Barat.

Keluarga Praka kini berada di bawah perlindungan pemerintah melalui program bantuan sosial dan dukungan psikologis bagi keluarga pahlawan. Pemerintah berjanji memberikan santunan pensiun, beasiswa pendidikan, serta layanan kesehatan bagi istri dan anaknya.

Reaksi dan Penghargaan

Berbagai kalangan, termasuk pejabat militer, politisi, serta masyarakat umum, menyampaikan rasa duka cita dan penghargaan atas pengorbanan Praka. Menteri Pertahanan menegaskan komitmen Indonesia untuk terus berkontribusi dalam misi perdamaian internasional dan memberikan penghargaan pasca-mati kepada prajurit yang gugur.

Upacara pemakaman digelar dengan hormat militer di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, dihadiri oleh keluarga, rekan-rekan satuan, serta pejabat tinggi negara. Seluruh upacara diisi dengan doa, musik militer, dan penghormatan terakhir bagi prajurit yang telah berkorban demi keamanan dunia.

Kasus ini menegaskan betapa beratnya tugas prajurit Indonesia di luar negeri, serta pentingnya dukungan berkelanjutan bagi mereka yang mengorbankan nyawa demi perdamaian.