Menteri PU Percepat Pembangunan Irigasi Tersier untuk Petani
Menteri PU Percepat Pembangunan Irigasi Tersier untuk Petani

Menteri PU Percepat Pembangunan Irigasi Tersier untuk Petani

LintasWarganet.com – 30 Maret 2026 | Direktur Jenderal Bina Marga, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU) Dody Hanggodo menekankan pentingnya percepatan pembangunan jaringan irigasi tersier guna meningkatkan produktivitas pertanian nasional. Dalam rapat koordinasi yang digelar di Kantor Pusat Kementerian PU, ia menginstruksikan seluruh unit kerja terkait untuk menyelesaikan proyek irigasi tersier pada tahun anggaran mendatang.

Irigrasi tersier merupakan saluran distribusi air yang mengalir dari jaringan utama ke lahan pertanian kecil dan menengah. Dengan memperluas jaringan ini, diharapkan petani dapat memperoleh pasokan air yang lebih stabil, terutama pada musim kemarau yang sering mengganggu hasil panen.

  • Target penyelesaian: 1.200 kilometer jaringan irigasi tersier pada akhir 2027.
  • Anggaran: Rp 12 triliun yang dialokasikan dalam APBN 2025‑2027.
  • Prioritas wilayah: daerah-daerah agraris di Jawa, Sumatera, dan Kalimantan yang masih memiliki tingkat irigasi kurang dari 60%.

Selain menyiapkan dana, Menteri PU menegaskan bahwa pelaksanaan harus memperhatikan aspek keberlanjutan, meliputi penggunaan material ramah lingkungan dan pelibatan masyarakat setempat dalam pemeliharaan jaringan. “Kita tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memberdayakan petani untuk mengelola sumber daya air secara efisien,” ujar Dody Hanggodo.

Pemerintah juga berencana mengintegrasikan sistem irigasi dengan teknologi digital, seperti sensor kelembaban tanah dan platform monitoring berbasis cloud, untuk memantau penggunaan air secara real‑time. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi pemborosan air serta meningkatkan responsivitas terhadap kondisi cuaca.

Jika target tercapai, diperkirakan produksi pangan nasional dapat meningkat hingga 5‑7 persen, sekaligus menurunkan tingkat kemiskinan di daerah pedesaan. Pemerintah menunggu laporan progres triwulanan dari masing‑masing unit kerja untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana.