Kementerian ESDM Pastikan Stok BBM dan LPG di Jalur Mudik Lampung Aman
Kementerian ESDM Pastikan Stok BBM dan LPG di Jalur Mudik Lampung Aman

Kementerian ESDM Pastikan Stok BBM dan LPG di Jalur Mudik Lampung Aman

LintasWarganet.com – 29 Maret 2026 | Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan bahwa persediaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG untuk jalur mudik menuju Lampung telah dipastikan aman menjelang musim libur akhir tahun. Dalam rapat koordinasi yang dilaksanakan pada 27 Maret 2024, kementerian bersama pemerintah daerah, perusahaan migas, serta operator SPBU menegaskan langkah-langkah strategis untuk menghindari kelangkaan bahan bakar di titik‑titik rawan.

Beberapa langkah utama yang diambil antara lain:

  • Peningkatan pasokan BBM diesel dan bensin sebesar 15 % dibandingkan periode mudik tahun sebelumnya melalui penambahan kiriman tanker dari pelabuhan utama.
  • Distribusi LPG ke 120 titik penjualan di wilayah Lampung, dengan prioritas pada daerah dengan mobilitas tinggi seperti Bandar Lampung, Metro, dan Kabupaten Lampung Utara.
  • Pengawasan ketat terhadap stok minimum di setiap SPBU, ditetapkan minimal 3.000 liter untuk bensin dan 2.500 liter untuk solar.
  • Penerapan sistem pemantauan real‑time menggunakan aplikasi e‑monitoring yang terintegrasi dengan Dinas Perhubungan dan Dinas Energi Provinsi Lampung.

Data resmi yang dirilis kementerian menunjukkan bahwa total stok BBM yang tersedia di jalur mudik Lampung mencapai 1,8 juta liter, dengan rincian 1,1 juta liter bensin, 600 ribu liter solar, dan 100 ribu liter LPG. Stok ini diperkirakan cukup untuk melayani kebutuhan kendaraan pribadi, angkutan umum, serta kebutuhan rumah tangga selama periode mudik yang diproyeksikan berlangsung selama 15 hari.

Selain itu, ESDM menyiapkan cadangan darurat sebesar 200 000 liter BBM di gudang-gudang strategis Provinsi Lampung. Cadangan ini dapat dikeluarkan dalam waktu 12 jam bila terjadi lonjakan permintaan atau gangguan suplai.

Koordinator bidang Migas Kementerian ESDM, Budi Santoso, menegaskan bahwa semua pihak wajib mematuhi prosedur distribusi dan tidak melakukan penimbunan. “Kami siap melakukan inspeksi mendadak bila ditemukan penyimpangan, demi melindungi konsumen dan memastikan kelancaran arus mudik,” ujarnya.

Pemerintah daerah Lampung juga mengimbau masyarakat untuk mengisi bahan bakar sebelum memulai perjalanan, serta menghindari penggunaan LPG pada kendaraan bermotor yang tidak sesuai standar. Langkah-langkah edukasi ini disampaikan melalui media sosial dan poster di halte‑halte terminal.

Dengan koordinasi yang kuat antara kementerian, pemerintah provinsi, dan pelaku industri, diharapkan tidak akan terjadi gangguan pasokan BBM dan LPG selama periode mudik. Kesiapan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi jutaan warga yang melakukan perjalanan pulang kampung ke Lampung.