BGN Aktifkan Kembali SPPG Seri Kuala Lobam di Bintan
BGN Aktifkan Kembali SPPG Seri Kuala Lobam di Bintan

BGN Aktifkan Kembali SPPG Seri Kuala Lobam di Bintan

LintasWarganet.com – 28 Maret 2026 | Bad an Gizi Nasional (BGN) resmi mengaktifkan kembali Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, mulai 16 Maret 2026. Penutupan sementara fasilitas tersebut pada awal tahun ini sempat menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat setempat yang sangat bergantung pada layanan gizi bagi anak balita dan ibu hamil.

Reaktivasi SPPG ini merupakan bagian dari upaya BGN untuk memperkuat jaringan pelayanan gizi di wilayah kepulauan, khususnya di daerah yang memiliki tingkat stunting dan kekurangan gizi cukup tinggi. Menurut kepala BGN wilayah Riau, fasilitas yang telah direnovasi kini dilengkapi dengan peralatan modern, ruang konseling yang lebih luas, dan tenaga ahli gizi yang terlatih.

Berikut layanan utama yang dapat diakses warga melalui SPPG Seri Kuala Lobam:

  • Pemeriksaan gizi rutin untuk balita, anak pra-sekolah, dan ibu hamil.
  • Penyuluhan gizi dan pola makan sehat.
  • Pemberian suplemen mikronutrien sesuai kebutuhan.
  • Monitoring pertumbuhan dan perkembangan anak.
  • Konseling gizi individu serta kelompok.

Pelayanan ini diharapkan dapat menurunkan angka stunting di Kabupaten Bintan secara signifikan dalam lima tahun ke depan. BGN juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang gizi untuk memastikan program berjalan berkelanjutan.

Warga Seri Kuala Lobam menyambut baik berita ini. Salah satu ibu muda, Siti Nurhaliza, mengungkapkan, “Saya merasa lega karena kini anak saya dapat mendapat pemeriksaan dan saran gizi tanpa harus jauh‑jauh ke kota. Ini sangat membantu kami yang tinggal di desa terpencil.”

BGN menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jaringan SPPG di seluruh Kepulauan Riau, dengan target penambahan minimal tiga unit baru setiap tahun. Upaya ini sejalan dengan program nasional penurunan stunting hingga tahun 2030.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *