Satu Kegiatan PNM yang Menumbuhkan Mimpi Baru: Anak Ini Ingin Jadi Garda Pemberdayaan Ultra Mikro di Masa Depan
Satu Kegiatan PNM yang Menumbuhkan Mimpi Baru: Anak Ini Ingin Jadi Garda Pemberdayaan Ultra Mikro di Masa Depan

Satu Kegiatan PNM yang Menumbuhkan Mimpi Baru: Anak Ini Ingin Jadi Garda Pemberdayaan Ultra Mikro di Masa Depan

LintasWarganet.com – 27 Maret 2026 | Bank Perkreditan Nasional (PNM) kembali menegaskan komitmennya kepada masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dikenal dengan nama PNM Peduli. Program ini menargetkan pemberdayaan perempuan dengan menjangkau sekitar 22,9 juta perempuan di seluruh Indonesia.

Salah satu kegiatan yang mendapat sorotan adalah kunjungan tim PNM ke sebuah desa di Jawa Tengah, dimana seorang anak berusia 12 tahun, Rafi, menyatakan keinginannya untuk menjadi “garda pemberdayaan ultra mikro” di masa depan. Rafi terinspirasi oleh para petugas PNM yang memberikan edukasi keuangan dan pelatihan keterampilan kepada ibu-ibu di desa tersebut.

  • Pelatihan literasi keuangan: PNM mengadakan workshop tentang menabung, penggunaan layanan perbankan digital, dan pentingnya asuransi.
  • Pemberdayaan usaha mikro: Penyediaan modal ultra mikro hingga Rp5 juta bagi perempuan yang ingin memulai atau mengembangkan usaha kecil.
  • Mentoring dan jaringan: Pendampingan berkelanjutan oleh staf PNM serta pembentukan komunitas perempuan yang saling mendukung.

Rafi menjelaskan, “Saya melihat ibu-ibu di desa saya jadi lebih mandiri setelah mengikuti program PNM. Saya ingin membantu mereka lebih jauh lagi, jadi saya bertekad menjadi garda yang menghubungkan mereka dengan bantuan keuangan dan pelatihan di masa depan.”

Program PNM Peduli tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri dan aspirasi baru pada generasi muda. Dengan mengintegrasikan pendidikan keuangan sejak dini, PNM berharap dapat mencetak kader-kader yang memahami pentingnya inklusi keuangan dan dapat menjadi agen perubahan di lingkungan mereka.

Secara keseluruhan, kegiatan ini memperlihatkan bagaimana peran bank dapat melampaui layanan finansial tradisional, menjadi katalisator pembangunan sosial yang berkelanjutan. Jika program ini terus berkembang, jumlah perempuan yang terlayani dan impian anak-anak seperti Rafi akan semakin banyak terwujud.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *