Pertemuan tingkat tinggi yang diselenggarakan oleh Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) di Makassar baru-baru ini telah menyulut optimisme besar di kalangan Pemerintah Kota Makassar. Dengan fokus pada manajemen kesehatan anak bagi tenaga kesehatan, lokakarya bertajuk ‘Managing Child Health for Healthcare Workforce’ diharapkan menjadi katalisator lahirnya rekomendasi konkret dan aplikatif yang mampu mentransformasi layanan kesehatan anak di kota ini, bahkan di seluruh kawasan Asia Pasifik.
Makassar dan Harapan Besar dari Pertemuan APEC
Pemerintah Kota Makassar, yang merupakan tuan rumah pertemuan penting ini, menyambut delegasi dari berbagai negara anggota APEC dengan harapan yang tinggi. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan yang berlangsung selama tiga hari (20-22 Desember) ini bukanlah sekadar forum diskusi semata. Lebih dari itu, ia berharap lokakarya ini mampu melahirkan rekomendasi yang benar-benar dapat diimplementasikan dan memberikan dampak langsung pada pengembangan layanan kesehatan, khususnya bagi anak-anak di Makassar.
Kota Makassar sendiri telah memposisikan diri sebagai pusat pertumbuhan yang inklusif dan kompetitif di kawasan timur Indonesia. Oleh karena itu, pembangunan sektor kesehatan yang merata dan berkualitas tinggi, terutama kesehatan anak, menjadi prioritas utama. Harapan akan rekomendasi konkret dari APEC sejalan dengan visi tersebut, memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah diiringi oleh peningkatan kualitas hidup masyarakat, dimulai dari generasi penerus.
Visi Wali Kota Makassar: Sinergi untuk Kesehatan Berkelanjutan
Munafri Arifuddin, yang akrab disapa Appi, menyoroti momentum strategis dari lokakarya APEC ini. Menurutnya, acara ini adalah kesempatan emas untuk membangun sinergi yang kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan profesional, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi ini krusial dalam merumuskan langkah-langkah konkret dan strategis demi mencapai pembangunan kesehatan yang berkelanjutan, adil, dan merata di Kota Makassar.
Appi juga menekankan pentingnya komitmen kolektif dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan kompetitif. Hal ini tidak hanya demi kesejahteraan masyarakat lokal, tetapi juga untuk kemajuan wilayah secara lebih luas. Lokakarya ini, lanjut Appi, sangat selaras dengan Visi APEC 2040 dan Rencana Strategis APEC Health Working Group (HWG) 2021–2025. Kedua kerangka kerja regional ini menempatkan pembangunan sumber daya manusia kesehatan sebagai fondasi esensial bagi pertumbuhan ekonomi yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan di seluruh kawasan Asia Pasifik. Dengan demikian, Makassar tidak hanya mencari solusi lokal, tetapi juga berkontribusi pada agenda kesehatan regional yang lebih besar.
Investasi Tenaga Kesehatan: Pilar Masa Depan Sumber Daya Manusia
Perspektif serupa juga disampaikan oleh Wakil Menteri Kesehatan RI, Benyamin Paulus Octavianus, yang hadir dalam pembukaan lokakarya. Beliau menegaskan kembali pentingnya investasi berkelanjutan pada tenaga kesehatan. Menurutnya, tenaga kesehatan adalah pilar utama pembangunan sumber daya manusia di masa depan. Kesehatan anak, khususnya, merupakan landasan yang tak tergantikan bagi pengembangan sumber daya manusia di masa yang akan datang. Oleh karena itu, investasi dalam peningkatan kapasitas tenaga kesehatan melalui pendidikan dan pelatihan menjadi sangat vital.
“Kesehatan anak merupakan landasan pengembangan sumber daya manusia di masa depan. Oleh karena itu, investasi dalam kapasitas tenaga kesehatan melalui pendidikan sangat penting,” ujar Wamenkes. Pernyataan ini menggarisbawahi urgensi untuk tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada kapabilitas sumber daya manusia yang akan mengelola dan memberikan layanan kesehatan tersebut.
Kesenjangan Kesehatan Anak di Kawasan APEC: Sebuah Realita Mendesak
Benyamin Paulus Octavianus tidak memungkiri bahwa kesehatan anak masih menjadi tantangan serius di sejumlah ekonomi berkembang anggota APEC, termasuk Indonesia. Ia menyoroti perbedaan capaian kesehatan anak antar-ekonomi yang masih cukup lebar, suatu kondisi yang memerlukan penanganan bersama dan terintegrasi dari seluruh anggota APEC.
Data dari World Population Review mengungkapkan realitas yang mencolok. Angka Kematian Bayi (Infant Mortality Rate/IMR) di beberapa ekonomi maju seperti Singapura dan Hong Kong berada pada kisaran 1,5–6,2 per 1.000 kelahiran hidup. Bandingkan dengan Indonesia yang tercatat 18,9 per 1.000 kelahiran hidup, atau Papua Nugini yang mencapai 32 per 1.000 kelahiran hidup. Perbedaan angka ini bukan sekadar statistik; ia merefleksikan kesenjangan akses, kualitas layanan, dan kondisi sosial ekonomi yang berdampak langsung pada kualitas hidup anak.
Kesenjangan yang lebar ini tidak hanya memengaruhi kualitas hidup anak-anak, tetapi juga memiliki implikasi jangka panjang terhadap pembangunan sosial dan ekonomi suatu negara. Anak-anak yang sehat adalah fondasi masyarakat yang produktif dan inovatif di masa depan. Kegagalan dalam menjamin kesehatan anak berarti menghambat potensi penuh suatu bangsa.
Dari Diskusi Menjadi Aksi Nyata: Rekomendasi APEC yang Dinanti
Dengan latar belakang tantangan tersebut, harapan terhadap rekomendasi APEC menjadi semakin besar. Makassar dan seluruh anggota APEC berharap agar lokakarya ini mampu menghasilkan panduan praktis dan strategi yang dapat diadaptasi untuk kondisi lokal masing-masing. Rekomendasi tersebut dapat mencakup berbagai aspek, mulai dari peningkatan kurikulum pendidikan bagi tenaga kesehatan anak, pengembangan infrastruktur layanan kesehatan primer, hingga inovasi dalam program pencegahan dan promosi kesehatan.
Kolaborasi lintas batas yang difasilitasi APEC ini diharapkan dapat menjadi platform untuk berbagi praktik terbaik (best practices) antarnegara. Ekonomi yang lebih maju dapat berbagi pengalaman dan teknologi, sementara ekonomi berkembang dapat menyuarakan kebutuhan spesifik dan tantangan unik yang mereka hadapi. Sinergi ini akan memastikan bahwa setiap rekomendasi yang lahir relevan dan dapat diterapkan secara efektif.
Membangun Masa Depan Sehat Melalui Kolaborasi Internasional
Pemerintah Kota Makassar menegaskan kembali komitmennya untuk mengawal implementasi setiap rekomendasi yang relevan dari APEC. Dengan fokus pada peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, perbaikan akses layanan, dan penguatan sistem kesehatan secara keseluruhan, Makassar bertekad untuk menjadi contoh dalam peningkatan kesehatan anak di Indonesia. Lokakarya APEC ini adalah langkah awal yang krusial, sebuah jembatan menuju masa depan di mana setiap anak di Makassar dan kawasan Asia Pasifik memiliki kesempatan untuk tumbuh sehat dan optimal, menjadi generasi penerus yang tangguh dan produktif. Melalui kolaborasi internasional, impian akan kesehatan anak yang merata dan berkualitas tinggi bukan lagi sekadar harapan, melainkan sebuah realitas yang dapat diwujudkan bersama.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet