Topan Mekkhala Ancaman Hujan Lebat dan Risiko Longsor di Jepang
Topan Mekkhala Ancaman Hujan Lebat dan Risiko Longsor di Jepang

Topan Mekkhala Ancaman Hujan Lebat dan Risiko Longsor di Jepang

LintasWarganet.com – 27 Juni 2026 | Jepang tetap berada pada status siaga tinggi pada Sabtu setelah Topan Mekkhala mendekati wilayah pesisir timur negara tersebut. Badan Meteorologi Jepang (JMA) memperkirakan badai ini dapat menghasilkan curah hujan ekstrem hingga 300 milimeter dalam 24 jam, meningkatkan risiko banjir bandang dan longsor, terutama di daerah pegunungan dan lembah.

Topan Mekkhala, yang terbentuk di Samudra Pasifik barat, kini bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan sekitar 15 knot. Pada pukul 06.00 WIB, pusat badai berada sekitar 300 mil laut sebelah timur Pulau Honshu, dan diperkirakan akan mencapai daratan dalam 12-18 jam ke depan.

Berikut ini beberapa dampak yang diantisipasi:

  • Hujan lebat: Intensitas curah hujan dapat melampaui ambang batas yang memicu banjir bandang.
  • Angin kencang: Kecepatan angin diperkirakan mencapai 120 km/jam, berpotensi merusak bangunan dan mengganggu transportasi.
  • Risiko longsor: Tanah di daerah pegunungan yang sudah jenuh air berisiko mengalami longsor massal.

Pemerintah daerah telah menyiapkan tim penyelamat, menutup sekolah-sekolah di zona rawan, serta menyiapkan pusat evakuasi sementara. Warga di wilayah yang diprediksi paling terdampak diminta untuk mematuhi perintah evakuasi dan menghindari perjalanan non-esensial.

JMA juga mengingatkan bahwa kondisi cuaca dapat berubah dengan cepat. Masyarakat diimbau untuk terus memantau pembaruan informasi melalui media resmi dan mengikuti arahan pihak berwenang.

Dengan persiapan yang matang, diharapkan dampak paling parah dapat diminimalisir, meski ancaman banjir dan longsor tetap menjadi perhatian utama selama kedatangan Topan Mekkhala.