Calon Manajer Kopdes Meninggal Saat Latsarmil, Ini Rangkaian Pelatihan dari Pagi Sampai Malam
Calon Manajer Kopdes Meninggal Saat Latsarmil, Ini Rangkaian Pelatihan dari Pagi Sampai Malam

Calon Manajer Kopdes Meninggal Saat Latsarmil, Ini Rangkaian Pelatihan dari Pagi Sampai Malam

LintasWarganet.com – 26 Juni 2026 | Jakarta, Republika.co.id – Tiga peserta yang merupakan calon manajer dan pengurus Koperasi Desa Merah Putih meninggal dunia saat mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) yang diadakan pada akhir pekan kemarin. Insiden tersebut menimbulkan keprihatinan luas serta menimbulkan pertanyaan tentang jenis pelatihan yang diberikan dan standar keselamatan yang diterapkan.

Pelatihan Latsarmil yang dimaksud merupakan bagian dari program pembinaan kepemimpinan bagi calon pengurus koperasi desa. Program ini dirancang untuk menambah kemampuan fisik, kedisiplinan, serta pengetahuan dasar militer yang diharapkan dapat meningkatkan efektivitas kepemimpinan di tingkat desa.

Berikut rangkaian kegiatan yang dijalankan mulai dari pagi hingga malam:

  • 06.00 – 07.30: Registrasi peserta, pemeriksaan kesehatan, dan briefing keselamatan.
  • 07.30 – 09.30: Latihan fisik dasar meliputi lari, push‑up, dan sit‑up.
  • 09.30 – 10.00: Istirahat singkat dan pemberian snack ringan.
  • 10.00 – 12.00: Simulasi taktik dasar, termasuk navigasi medan dan penggunaan kompas.
  • 12.00 – 13.00: Istirahat makan siang dengan menu bergizi.
  • 13.00 – 15.00: Pelatihan disiplin militer, prosedur baris‑berbaris, dan etika kepemimpinan.
  • 15.00 – 15.30: Istirahat kopi/teh.
  • 15.30 – 17.30: Sesi kerja tim, termasuk latihan evakuasi darurat dan penanganan luka ringan.
  • 17.30 – 18.30: Evaluasi harian, tanya‑jawab, dan penutupan kegiatan.

Pihak kepolisian setempat kini melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kematian, termasuk kemungkinan faktor cuaca ekstrem, kelelahan berlebih, atau kelainan medis yang tidak terdeteksi sebelumnya. Sementara itu, Kementerian Koperasi dan UKM menyatakan kesedihan mendalam atas insiden ini dan berjanji akan meninjau kembali prosedur keamanan dalam setiap program pelatihan yang melibatkan calon pengurus koperasi.

Para keluarga korban menuntut klarifikasi lengkap serta kompensasi atas kehilangan yang mereka alami. Organisasi kepemudaan dan serikat pekerja juga menyoroti pentingnya peninjauan standar kesehatan dan keselamatan dalam kegiatan serupa, terutama yang melibatkan peserta dengan latar belakang non‑militer.

Insiden ini menjadi peringatan bagi seluruh pihak penyelenggara pelatihan untuk memastikan bahwa protokol kesehatan, evaluasi kebugaran, serta penanganan darurat berada pada level tertinggi sebelum menggelar kegiatan yang menuntut fisik berat.