BBRMP Maluku Lakukan Monitoring Program Cetak Sawah Rakyat di Enam Desa Kabupaten Seram Bagian Timur
BBRMP Maluku Lakukan Monitoring Program Cetak Sawah Rakyat di Enam Desa Kabupaten Seram Bagian Timur

BBRMP Maluku Lakukan Monitoring Program Cetak Sawah Rakyat di Enam Desa Kabupaten Seram Bagian Timur

LintasWarganet.com – 26 Juni 2026 | Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Maluku melaksanakan kegiatan monitoring terhadap pelaksanaan Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) di enam desa yang berada di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT). Kunjungan ini bertujuan memastikan bahwa fasilitas irigasi, peralatan pertanian, dan pelatihan teknis yang diberikan telah diterapkan secara optimal oleh para petani setempat.

Program CSR sendiri merupakan inisiatif pemerintah daerah yang berfokus pada peningkatan produktivitas lahan pertanian kecil (sawah rakyat) melalui penyediaan bibit unggul, bantuan pupuk, serta perbaikan jaringan irigasi. Selama tiga tahun terakhir, program ini telah menyalurkan bantuan kepada lebih dari 1.200 kepala rumah tangga petani.

Berikut ringkasan hasil observasi BBRMP pada masing‑masing desa yang dipantau:

Desa Status Implementasi Luas Sawah (ha)
Desa Bula Sudah selesai, hasil panen meningkat 25% 45,2
Desa Lamak Proses akhir, pendinginan pompa irigasi 38,7
Desa Kairi Implementasi penuh, pelatihan masih berjalan 52,3
Desa Nanga Terhambat karena akses jalan rusak 30,1
Desa Wae Sudah selesai, petani melaporkan penurunan hama 27,8
Desa Soro Proses awal, masih dalam tahap sosialisasi 22,5

Beberapa temuan kunci selama monitoring antara lain:

  • Infrastruktur irigasi di lima desa telah berfungsi dengan baik, sementara satu desa masih memerlukan perbaikan jalan akses untuk memudahkan distribusi bahan.
  • Peningkatan produktivitas tercatat rata‑rata naik 18% dibandingkan periode sebelum program dimulai.
  • Keterlibatan masyarakat cukup tinggi; mayoritas petani aktif mengikuti pelatihan teknik budidaya modern.
  • Hambatan utama meliputi kondisi geografis yang menantang dan keterbatasan dana operasional untuk pemeliharaan peralatan.

Tim monitoring BBRMP menekankan pentingnya koordinasi berkelanjutan antara pemerintah daerah, lembaga penyuluhan, dan kelompok tani untuk memastikan hasil program dapat dipertahankan. Rekomendasi selanjutnya mencakup:

  1. Pengadaan kendaraan penunjang logistik untuk desa yang terisolasi.
  2. Peningkatan kapasitas pelatihan bagi penyuluh lapangan.
  3. Pembentukan mekanisme evaluasi triwulanan yang melibatkan perwakilan petani.

Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan Program Cetak Sawah Rakyat dapat terus berkontribusi pada ketahanan pangan regional serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat di Kabupaten Seram Bagian Timur.