Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal Saat Latsarmil, Bagaimana Seleksi dan Tes Kesehatannya?
Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal Saat Latsarmil, Bagaimana Seleksi dan Tes Kesehatannya?

Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal Saat Latsarmil, Bagaimana Seleksi dan Tes Kesehatannya?

LintasWarganet.com – 25 Juni 2026 | Latsarmil (Latihan Dasar Militer) untuk calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) dan Kampung Nelayan (KNMP) dilaksanakan pada awal Juni 2024 dengan prosedur seleksi yang diklaim ketat. Namun, dalam pelaksanaannya tercatat tiga peserta meninggal dunia, memicu pertanyaan publik mengenai ketelitian proses medis dan fisik yang diterapkan.

Berikut rangkaian tahapan seleksi dan pemeriksaan kesehatan yang diwajibkan bagi setiap calon peserta:

  • Pemeriksaan Dokter Umum: meliputi riwayat penyakit, tekanan darah, dan hasil laboratorium dasar (darah lengkap, gula, kolesterol).
  • Tes Kesehatan Khusus: EKG, rontgen dada, dan tes fungsi paru untuk mendeteksi risiko kardiovaskular atau pernapasan.
  • Uji Kebugaran Fisik: lari 2.400 meter, push‑up, sit‑up, serta tes ketahanan tubuh lainnya.
  • Penilaian Psikologis: tes wawancara dan kuesioner untuk menilai stabilitas mental serta kemampuan bekerja dalam tim.
  • Verifikasi Administratif: pemeriksaan latar belakang, keabsahan dokumen, dan persetujuan atasan unit masing‑masing.

Detail langkah-langkah tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Langkah Tujuan
Pemeriksaan Dokter Umum Menentukan kelayakan medis dasar peserta.
Tes Kesehatan Khusus Mendeteksi kondisi jantung atau paru yang berisiko tinggi.
Uji Kebugaran Fisik Menilai kemampuan fisik sesuai standar militer.
Penilaian Psikologis Menjamin kesiapan mental dan kepribadian yang sesuai.
Verifikasi Administratif Mengonfirmasi keabsahan data dan riwayat peserta.

Pejabat terkait menegaskan bahwa prosedur pemeriksaan telah mengikuti standar Kementerian Pertahanan dan Kesehatan. Mereka juga berjanji akan meninjau kembali protokol medis, termasuk menambah pemeriksaan EKG berulang dan pemantauan intensif selama latihan.

Kejadian ini menimbulkan keprihatinan di kalangan masyarakat dan menyoroti pentingnya evaluasi risiko kesehatan yang lebih komprehensif, khususnya bagi peserta dengan usia menengah ke atas atau riwayat kesehatan yang belum sepenuhnya terungkap.