Satu Lagi Peserta Latsarmil dari Koperasi Nelayan Merah Putih Meninggal Dunia, Kemhan Ungkap Penyebabnya
Satu Lagi Peserta Latsarmil dari Koperasi Nelayan Merah Putih Meninggal Dunia, Kemhan Ungkap Penyebabnya

Satu Lagi Peserta Latsarmil dari Koperasi Nelayan Merah Putih Meninggal Dunia, Kemhan Ungkap Penyebabnya

LintasWarganet.com – 24 Juni 2026 | Kementerian Pertahanan Republik Indonesia telah mengonfirmasi penyebab meninggalnya salah satu peserta Latihan Dasar Militer (Latsarmil) yang berasal dari Koperasi Nelayan Merah Putih. Korban, seorang nelayan berusia 38 tahun, tewas pada Jumat (24) setelah mengalami gejala kritis selama sesi latihan di medan tempur yang berlokasi di Pulau Jawa.

Petugas medis yang berada di lokasi melaporkan bahwa korban menunjukkan tanda-tanda kelelahan berat, pusing, dan penurunan tekanan darah. Upaya resusitasi pertama kali dilakukan, namun kondisi korban semakin memburuk dan akhirnya dinyatakan meninggal di posko medis sekitar pukul 14.30 WIB.

Kasus ini menambah deretan korban Latsarmil yang terjadi pada pekan ini. Sebelumnya, dua peserta lain dari koperasi yang sama juga mengalami kematian dengan penyebab serupa, yakni komplikasi akibat kelelahan dan paparan suhu tinggi. Koperasi Nelayan Merah Putih, yang merupakan organisasi kolektif nelayan di wilayah pesisir Jawa Barat, menyatakan duka mendalam serta meminta agar pihak berwenang meningkatkan protokol kesehatan dan keselamatan selama pelaksanaan latihan.

Menanggapi kejadian ini, Menteri Pertahanan menegaskan bahwa prosedur keamanan akan ditinjau kembali. “Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional latihan, terutama terkait penanganan faktor iklim dan penilaian kebugaran fisik peserta,” ujarnya dalam konferensi pers.

Pihak Kementerian Pertahanan juga menambahkan bahwa semua peserta Latsarmil wajib menjalani pemeriksaan kesehatan pra-latihan yang lebih ketat, serta diberikan akses air mineral dan istirahat yang memadai selama proses pelatihan.

Kasus ini mengingatkan pentingnya keseimbangan antara kesiapan militer dan perlindungan kesehatan peserta, terutama dalam lingkungan yang menantang secara fisik.