Digelar 1-5 Agustus 2026, Lima Daerah Berebut Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU
Digelar 1-5 Agustus 2026, Lima Daerah Berebut Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU

Digelar 1-5 Agustus 2026, Lima Daerah Berebut Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU

LintasWarganet.com – 23 Juni 2026 | Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi mengumumkan bahwa Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama akan dilaksanakan pada tanggal 1 hingga 5 Agustus 2026. Acara tahunan ini menjadi agenda utama organisasi Islam terbesar di Indonesia, yang menyatukan tokoh-tokoh ulama, aktivis, dan anggota Nahdlatul Ulama dari seluruh pelosok negeri.

Sebanyak lima provinsi mengajukan diri sebagai calon tuan rumah pelaksanaan Muktamar tersebut. Masing‑masing daerah menyiapkan proposal yang menonjolkan infrastruktur, aksesibilitas, serta kemampuan menampung ribuan delegasi. Berikut adalah poin‑poin utama yang menjadi pertimbangan PBNU dalam menilai calon lokasi:

  • Ketersediaan fasilitas akomodasi dan transportasi yang memadai.
  • Kapasitas ruang pertemuan yang dapat menampung seluruh peserta.
  • Dukungan logistik dan keamanan dari pemerintah setempat.
  • Pengalaman sebelumnya dalam menyelenggarakan acara berskala nasional.
  • Kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan keberlanjutan acara.

Saat ini, keputusan akhir mengenai lokasi resmi Muktamar ke-35 NU masih dalam proses pertimbangan PBNU. Pengumuman resmi diharapkan akan disampaikan setelah evaluasi menyeluruh terhadap semua proposal yang masuk.

Pelaksanaan Muktamar ini diperkirakan akan menjadi momentum penting untuk merumuskan kebijakan strategis, memperkuat jaringan dakwah, serta meneguhkan peran Nahdlatul Ulama dalam membangun masyarakat yang inklusif dan berkeadilan. Selain itu, kegiatan ini juga akan menjadi ajang pertukaran gagasan antara para ulama, akademisi, dan pemuka masyarakat mengenai isu‑isu kontemporer yang dihadapi Indonesia.

Para anggota dan masyarakat luas menantikan hasil keputusan tersebut, dengan harapan bahwa lokasi terpilih dapat memberikan dukungan optimal bagi kelancaran seluruh rangkaian kegiatan Muktamar, mulai dari sesi pleno, workshop, hingga program sosial yang biasanya menyertai pertemuan ini.