BPJS Ketenagakerjaan Gencarkan Aksi Hijau, Santunan Kematian, dan Perluasan Jaminan bagi Pekerja Informal di Seluruh Nusantara
BPJS Ketenagakerjaan Gencarkan Aksi Hijau, Santunan Kematian, dan Perluasan Jaminan bagi Pekerja Informal di Seluruh Nusantara

BPJS Ketenagakerjaan Gencarkan Aksi Hijau, Santunan Kematian, dan Perluasan Jaminan bagi Pekerja Informal di Seluruh Nusantara

LintasWarganet.com – 23 Juni 2026 | BPJS Ketenagakerjaan terus memperkuat perannya sebagai lembaga sosial dengan serangkaian program yang mencakup pelestarian lingkungan, pemberian santunan kematian, serta upaya memperluas perlindungan jaminan sosial bagi pekerja informal di berbagai wilayah Indonesia.

Aksi Penanaman Mangrove di Surabaya Menunjang Ketahanan Pesisir

Di Rungkut, Surabaya, karyawan Kantor Wilayah Jawa Timur menanam 1.437 bibit bakau dalam kegiatan Employee Volunteering. Penanaman ini dilaksanakan di kawasan Ekowisata Mangrove Wonorejo, sebuah upaya konkret untuk melindungi pesisir dari abrasi, memperbaiki ekosistem laut, serta menyerap karbon. Irvansyah Utoh Banja, Kepala Kantor Wilayah, menekankan bahwa kegiatan tersebut mencerminkan nilai budaya perusahaan, khususnya gotong royong, kolaborasi, dan tanggung jawab sosial. Ia menambahkan bahwa bakau dipilih karena perannya yang strategis sebagai pelindung alami serta habitat bagi beragam biota laut.

Kepedulian Lingkungan Meluas ke Medan

Di Medan, tim BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumatera Utara dan Bangka Belitung (Sumbagut) menggelar aksi serupa pada 22 Juni 2026. Sebanyak 20 bibit pohon buah ditanam di Taman Beringin, menandai komitmen daerah terhadap penghijauan perkotaan. Meskipun jumlah bibit lebih kecil dibandingkan di Surabaya, kegiatan ini tetap menegaskan konsistensi BPJSTK dalam mengintegrasikan kepedulian lingkungan ke dalam budaya kerja sehari-hari.

Santunan Jaminan Kematian (JKM) untuk Seniman di Bali

Cabang BPJS Ketenagakerjaan Denpasar mempersembahkan santunan JKM sebesar Rp42 juta kepada ahli waris seniman almarhum I Kadek Wisuta. Santunan ini diberikan sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 82 Tahun 2019 dan menjadi bukti nyata bahwa program jaminan sosial tidak hanya melindungi pekerja formal, tetapi juga memberikan kepastian finansial bagi keluarga pekerja kreatif yang meninggal dunia.

Tantangan Cakupan di Papua: Hanya 2 %

Sementara itu, di Papua Pegunungan, cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan masih berada di level 2 %. Kepala Kantor Wilayah Bali, Nusa Tenggara, dan Papua (Balanusa), I Nyoman Suaryjaya, menyebut rendahnya partisipasi sebagai tantangan utama dalam mencapai target Universal Coverage Jamsostek (UCJ) Papua Raya 2026. Pemerintah daerah di wilayah tersebut diharapkan dapat memperkuat regulasi daerah (Perda) yang mempermudah pendaftaran pekerja, terutama sektor informal yang tersebar luas.

Jabar Targetkan Perlindungan Seluruh Pekerja Informal

Provinsi Jawa Barat, melalui Gubernur Dedi Mulyadi, menegaskan komitmen untuk melindungi seluruh pekerja informal dan rentan. Pada sebuah acara simbolis, manfaat program BPJS Ketenagakerjaan disalurkan kepada 1.515 peserta dengan total nilai manfaat mencapai Rp49,3 miliar. Langkah ini diharapkan menjadi contoh bagi provinsi lain dalam memperluas jangkauan jaminan sosial, sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi pekerja yang selama ini berada di luar jaringan formal.

Berbagai inisiatif tersebut menggambarkan strategi BPJS Ketenagakerjaan yang holistik: menggabungkan aksi lingkungan, pemberian hak sosial, dan ekspansi perlindungan bagi kelompok rentan. Upaya kolaboratif antara lembaga, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan di seluruh kepulauan.

Ke depan, BPJS Ketenagakerjaan berencana memperbanyak program employee volunteering, memperluas jaringan pendaftaran, serta meningkatkan sosialisasi manfaat JKM dan program perlindungan lainnya. Dengan sinergi yang kuat, harapan besar terletak pada tercapainya target universal coverage serta terwujudnya Indonesia yang lebih hijau, adil, dan aman bagi setiap pekerja.