Asosiasi Nilai Aturan Penghentian MBG Saat Libur Sekolah Berpotensi Ancam Rantai Pasok Pangan
Asosiasi Nilai Aturan Penghentian MBG Saat Libur Sekolah Berpotensi Ancam Rantai Pasok Pangan

Asosiasi Nilai Aturan Penghentian MBG Saat Libur Sekolah Berpotensi Ancam Rantai Pasok Pangan

LintasWarganet.com – 23 Juni 2026 | Asosiasi produsen dan pedagang barang kebutuhan gizi (MBG) menilai bahwa keputusan pemerintah untuk menghentikan distribusi MBG selama libur sekolah dapat mengganggu stabilitas rantai pasok pangan serta merugikan usaha rakyat, khususnya petani, pedagang pasar tradisional, dan penyedia layanan katering sekolah.

Berikut beberapa dampak yang diidentifikasi oleh asosiasi:

  • Penurunan volume penjualan MBG karena berkurangnya permintaan dari institusi pendidikan.
  • Keterlambatan pasokan bahan pangan ke pasar daerah yang biasanya bergantung pada distribusi melalui jaringan MBG.
  • Potensi kenaikan harga bahan pokok akibat penumpukan stok di gudang distribusi.
  • Kerugian pendapatan bagi petani dan pedagang kecil yang mengandalkan kontrak pasokan MBG.

Asosiasi menuntut pemerintah untuk meninjau kembali kebijakan tersebut dan mengusulkan beberapa langkah mitigasi:

  1. Memberlakukan skema distribusi terbatas selama libur sekolah, dengan prioritas pada daerah rawan kekurangan pangan.
  2. Mengintegrasikan program bantuan pangan alternatif untuk menggantikan peran MBG selama periode libur.
  3. Menyediakan insentif atau kompensasi bagi pelaku usaha yang terdampak penurunan penjualan.
  4. Mengoptimalkan koordinasi antara dinas pendidikan, pertanian, dan perdagangan dalam perencanaan libur sekolah.

Asosiasi juga menyampaikan data perkiraan dampak ekonomi yang dirangkum dalam tabel berikut:

Komponen Estimasi Penurunan Pendapatan Periode
Petani jagung 12% Juli‑Agustus 2023
Pedagang pasar tradisional 9% Juli‑Agustus 2023
Katering sekolah 15% Juli‑Agustus 2023

Dengan data tersebut, asosiasi mengharapkan dialog terbuka dengan pihak terkait untuk menemukan solusi yang dapat melindungi keamanan pangan nasional sekaligus menjaga kelangsungan usaha rakyat.