Kisah Heroik Berujung Duka: Briptu Nanda dan Serda Rangga Meninggal Usai Selamatkan Anak Tenggelam
Kisah Heroik Berujung Duka: Briptu Nanda dan Serda Rangga Meninggal Usai Selamatkan Anak Tenggelam

Kisah Heroik Berujung Duka: Briptu Nanda dan Serda Rangga Meninggal Usai Selamatkan Anak Tenggelam

LintasWarganet.com – 22 Juni 2026 | Pada 26 Juni 2022, dua anggota aparat keamanan, Briptu Nanda (Polri) dan Serda Rangga (Polres Maluku), kehilangan nyawa mereka setelah berhasil menyelamatkan seorang anak yang hampir tenggelam di sebuah sungai kecil di Kabupaten Maluku. Kejadian ini menggugah hati masyarakat dan menjadi contoh nyata keberanian serta pengorbanan demi keselamatan orang lain.

Insiden terjadi sekitar pukul 07.30 WIB ketika seorang anak berusia sekitar lima tahun terjatuh ke dalam aliran sungai yang deras. Tanpa ragu, Briptu Nanda yang sedang melakukan patroli bersama Serda Rangga langsung melompat ke dalam air. Kedua petugas berkoordinasi untuk mengangkat anak tersebut ke permukaan, namun arus kuat menyebabkan mereka kelelahan secara cepat.

  • 07:30 – Anak terjatuh ke sungai, petugas mendengar teriakan.
  • 07:32 – Briptu Nanda dan Serda Rangga masuk air, melakukan penyelamatan.
  • 07:40 – Anak berhasil diangkat ke darat, masih dalam keadaan sadar.
  • 07:45 – Kedua petugas menunjukkan gejala kelelahan berat dan sesak napas.
  • 08:00 – Tim medis tiba, namun Briptu Nanda dan Serda Rangga dinyatakan meninggal dunia akibat kelelahan ekstrim dan hipotermia.

Setelah berhasil menyelamatkan anak, Briptu Nanda dan Serda Rangga mengalami kelelahan hebat dan hipotermia karena suhu air yang rendah serta arus kuat. Meskipun upaya pertolongan pertama diberikan oleh tim medis setempat, kondisi mereka sudah terlalu kritis untuk diselamatkan.

Reaksi publik sangat luas. Ribuan warga mengirimkan ucapan belasungkawa melalui media sosial, menyoroti pengorbanan kedua pahlawan tanpa pamrih. Para pejabat daerah, termasuk Gubernur Maluku, menyampaikan rasa duka mendalam dan menegaskan bahwa pengorbanan mereka akan selalu dikenang sebagai contoh nilai kemanusiaan yang luhur.

Upacara pemakaman dilaksanakan pada 27 Juni 2022 dengan hormat militer. Keluarga korban mendapat dukungan moral dan material dari pemerintah serta masyarakat. Pemerintah daerah berjanji akan meningkatkan fasilitas keselamatan di area sungai yang rawan kecelakaan, termasuk pemasangan rambu peringatan dan penyediaan pelampung darurat.

Kisah Briptu Nanda dan Serda Rangga tidak hanya menjadi contoh keberanian, tetapi juga mengingatkan pentingnya edukasi keselamatan air bagi anak-anak di wilayah pedesaan. Diharapkan insiden serupa dapat diminimalisir melalui upaya preventif yang melibatkan pemerintah, sekolah, dan masyarakat.