Viral Insiden Perwira Tinggi TNI AD di Jogja Marathon, Fakta Menurut Kadispenad
Viral Insiden Perwira Tinggi TNI AD di Jogja Marathon, Fakta Menurut Kadispenad

Viral Insiden Perwira Tinggi TNI AD di Jogja Marathon, Fakta Menurut Kadispenad

LintasWarganet.com – 22 Juni 2026 | Video seorang perwira tinggi TNI AD yang tampak membawa ajudan selama mengikuti Mandiri Jogja Marathon 2026 menjadi perbincangan publik setelah tersebar luas di media sosial.

Pihak TNI AD melalui kantor Kepala Dinas Penanggulangan Bencana (Kadispenad) memberikan klarifikasi resmi. Menurut pernyataan Kadispenad, perwira tersebut bukan sedang melanggar aturan perlombaan, melainkan sedang membantu rekan yang mengalami kelelahan di tengah lintasan.

  • Perwira yang terlibat adalah Letnan Kolonel (nama disamarkan), anggota Kompi Penyelamatan Medis TNI AD.
  • Ajudan yang dibawa merupakan peserta marathon yang tiba‑tiba terhenti karena kejang otot.
  • Penolongannya dilakukan sesuai prosedur medis lapangan, tanpa mengganggu jalannya perlombaan.
  • Setelah penanganan, peserta tersebut dibawa ke pos medis terdekat dan dinyatakan stabil.

Kadispenad menegaskan bahwa TNI AD memiliki tugas mendukung keselamatan peserta dalam event berskala nasional, termasuk menyediakan tim medis dan evakuasi cepat. Ia menambah bahwa video yang beredar hanya menampilkan sebagian aksi, sehingga menimbulkan kesalahpahaman.

Selain klarifikasi tersebut, pihak penyelenggara Jogja Marathon juga mengonfirmasi bahwa tidak ada pelanggaran regulasi oleh perwira militer tersebut. Mereka menyatakan apresiasi atas bantuan yang diberikan, mengingat keamanan peserta menjadi prioritas utama.

Sejumlah netizen mengkritik tindakan perwira itu, menyebutnya sebagai penyalahgunaan wewenang. Namun, setelah penjelasan resmi, opini publik mulai terpecah antara yang mendukung tindakan bantuan medis dan yang menilai kehadiran militer di acara sipil harus dibatasi.

Insiden ini mengingatkan pentingnya transparansi dan komunikasi cepat dari lembaga terkait ketika sebuah video viral dapat menimbulkan persepsi negatif di masyarakat.