PP Aisyiyah Usul Pembaruan Panduan Darurat Bencana untuk Tingkatkan Gizi Anak
PP Aisyiyah Usul Pembaruan Panduan Darurat Bencana untuk Tingkatkan Gizi Anak

PP Aisyiyah Usul Pembaruan Panduan Darurat Bencana untuk Tingkatkan Gizi Anak

LintasWarganet.com – 22 Juni 2026 | PP Aisyiyah melalui Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) mengajukan usulan pembaruan panduan darurat bencana dengan fokus utama pada pemenuhan gizi anak. Usulan ini muncul setelah serangkaian evaluasi terhadap penanganan bencana sebelumnya yang menunjukkan adanya kesenjangan nutrisi bagi anak-anak di daerah terdampak.

Beberapa poin penting dalam usulan tersebut meliputi:

  • Penyisipan standar kecukupan gizi mikro dan makro dalam paket bantuan darurat.
  • Pembentukan tim gizi khusus yang berkoordinasi dengan tim medis dan logistik pada setiap posko bencana.
  • Penyediaan bahan pangan fortified (diperkaya) yang mudah didistribusikan dan disimpan.
  • Pelatihan bagi relawan dan petugas posko tentang penilaian status gizi anak secara cepat.
  • Pengembangan mekanisme pemantauan berkelanjutan terhadap pertumbuhan anak selama masa pemulihan.

LLHPB menekankan bahwa anak usia 0‑12 tahun merupakan kelompok paling rentan selama situasi darurat, karena kebutuhan kalori dan nutrisi mereka dapat terganggu secara drastis. Tanpa intervensi yang tepat, risiko stunting, anemia, dan penyakit menular meningkat secara signifikan.

Untuk mendukung implementasi, PP Aisyiyah juga mengusulkan kerja sama lintas sektor dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, serta Badan Penanggulangan Bencana Nasional. Selain itu, organisasi mengajak sektor swasta untuk berperan dalam penyediaan pangan fortified dan logistik distribusi.

Jika usulan ini diterima, panduan darurat bencana yang baru akan menjadi acuan utama dalam setiap penanggulangan bencana di Indonesia, memastikan bahwa kebutuhan gizi anak tidak terabaikan. PP Aisyiyah berharap kebijakan ini dapat segera diresmikan sebelum musim bencana berikutnya, guna melindungi generasi masa depan dari dampak gizi buruk.