BMKG Catat 1.176 Gempa Susulan di Sulawesi Tengah
BMKG Catat 1.176 Gempa Susulan di Sulawesi Tengah

BMKG Catat 1.176 Gempa Susulan di Sulawesi Tengah

LintasWarganet.com – 21 Juni 2026 | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa sejak gempa utama yang mengguncang wilayah Sulawesi Tengah, tercatat sebanyak 1.176 kali gempa susulan. Data ini dikumpulkan melalui jaringan seismik nasional yang terus memantau aktivitas tektonik di daerah tersebut.

Gempa utama terjadi pada tanggal 28 April 2024 dengan magnitude 6,2 pada skala Richter, berpusat di daerah sekitar Kabupaten Donggala. Gempa tersebut menimbulkan kerusakan pada beberapa infrastruktur, mengakibatkan evakuasi penduduk, dan menimbulkan rasa khawatir akan kemungkinan gempa susulan yang kuat.

Berikut rangkuman data gempa susulan yang tercatat hingga saat ini:

  • Total gempa susulan: 1.176 kali
  • Rentang magnitude gempa susulan: 2,0 – 5,1
  • Puncak aktivitas: 12-15 hari pertama setelah gempa utama
  • Wilayah terdampak utama: Kabupaten Donggala, Parigi Moutong, dan sekitarnya

Mayoritas gempa susulan berada pada magnitude di bawah 3,0, namun terdapat beberapa kejadian dengan magnitude di atas 4,0 yang menimbulkan goncangan terasa oleh masyarakat. BMKG menekankan bahwa meskipun intensitas gempa menurun seiring waktu, potensi gempa susulan kuat tetap ada selama beberapa minggu ke depan.

Pihak berwenang setempat, bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terus melakukan pemantauan struktur bangunan, menyiapkan posko bantuan, dan memberikan edukasi kepada warga tentang prosedur evakuasi serta tindakan pencegahan saat gempa terjadi. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, mengamankan barang-barang berat, dan mengikuti arahan petugas lapangan.

BMKG juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan jangka panjang, termasuk pemasangan alat deteksi dini, perbaikan jaringan listrik yang rentan, serta peningkatan kapasitas tim tanggap darurat di daerah rawan gempa.

Dengan pencatatan lebih dari seribu gempa susulan, data ini menjadi acuan penting bagi para ilmuwan untuk mempelajari pola tektonik di Sulawesi Tengah serta memperkuat sistem mitigasi bencana di masa mendatang.