Wawali Yogya Sebut Industri Halal Bukan Sekadar Produk, tapi Gaya Hidup Universal
Wawali Yogya Sebut Industri Halal Bukan Sekadar Produk, tapi Gaya Hidup Universal

Wawali Yogya Sebut Industri Halal Bukan Sekadar Produk, tapi Gaya Hidup Universal

LintasWarganet.com – 21 Juni 2026 | Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menegaskan bahwa konsep industri halal kini telah melampaui sekadar produk makanan atau minuman, melainkan telah berkembang menjadi sebuah pola hidup yang dapat diterapkan secara universal. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Shafiyah Expo yang digelar di Yogyakarta, sebuah pameran yang menampilkan inovasi dan peluang bisnis di sektor halal.

Transformasi ini didorong oleh beberapa faktor utama:

  • Peningkatan kesadaran konsumen: Masyarakat semakin memperhatikan asal-usul produk, proses produksi, dan dampak sosialnya.
  • Dukungan pemerintah: Kebijakan regional dan nasional yang mempermudah perizinan serta memberikan insentif bagi pelaku usaha halal.
  • Inovasi teknologi: Penggunaan blockchain dan sistem traceability untuk memastikan transparansi rantai pasok.
  • Potensi pasar global: Konsumen muslim di seluruh dunia diperkirakan mencapai lebih dari 1,8 miliar orang, menjadikan pasar halal sebagai arena kompetitif internasional.

Shafiyah Expo menjadi panggung bagi berbagai perusahaan lokal dan internasional untuk memamerkan produk-produk yang mengusung nilai halal secara holistik. Beberapa contoh yang dipamerkan meliputi:

Produk/Segmen Inovasi Utama Manfaat Halal
Fashion Bahan organik bersertifikat halal Menjamin tidak mengandung bahan haram serta ramah lingkungan
Pariwisata Paket wisata halal dengan fasilitas ibadah Meningkatkan kenyamanan wisatawan muslim
Fintech Layanan keuangan syariah berbasis aplikasi Memberi akses pembiayaan yang sesuai prinsip syariah
Teknologi pangan Proses produksi otomatis dengan kontrol kualitas halal Menurunkan risiko kontaminasi silang

Pengembangan industri halal sebagai gaya hidup universal diyakini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Data dari Dinas Perindustrian Yogyakarta menunjukkan bahwa sektor halal menyumbang sekitar 12% dari total nilai ekspor provinsi pada tahun 2023, dengan proyeksi peningkatan hingga 20% pada 2026.

Wawan Harmawan menambahkan, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan lembaga pendidikan sangat penting untuk memperkuat ekosistem halal. Ia mengajak universitas dan lembaga riset untuk mengintegrasikan kurikulum tentang standar halal, serta mendukung start-up yang berfokus pada solusi inovatif.

Dengan menempatkan prinsip halal sebagai landasan gaya hidup, Yogyakarta berharap dapat menjadi contoh bagi kota-kota lain dalam mengoptimalkan potensi pasar halal, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui produk dan layanan yang etis, sehat, dan berkelanjutan.