Riset Celios Ungkap Distribusi Insentif SPPG Rp 6 Juta Lebih Banyak ke Daerah dengan Stunting Rendah
Riset Celios Ungkap Distribusi Insentif SPPG Rp 6 Juta Lebih Banyak ke Daerah dengan Stunting Rendah

Riset Celios Ungkap Distribusi Insentif SPPG Rp 6 Juta Lebih Banyak ke Daerah dengan Stunting Rendah

LintasWarganet.com – 20 Juni 2026 | Studi terbaru yang dilakukan oleh lembaga riset independen Celios menyoroti ketimpangan alokasi insentif harian Program SPPG (Stunting Prevention Grant) senilai Rp 6 juta per daerah. Data menunjukkan bahwa mayoritas dana mengalir ke provinsi di Pulau Jawa, sementara wilayah dengan tingkat stunting tertinggi menerima alokasi yang jauh lebih kecil.

Peneliti Celios mengumpulkan data dari laporan resmi Kementerian Kesehatan dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan selama tiga bulan terakhir. Analisis difokuskan pada perbandingan antara tingkat stunting di masing‑masing provinsi dan besaran insentif yang didistribusikan.

Wilayah Tingkat Stunting (%) Insentif Harian (Rp)
Jawa Barat 10,2 6.200.000
Jawa Tengah 9,8 6.150.000
Jawa Timur 11,0 6.100.000
Papua Barat 28,5 4.800.000
Maluku Utara 26,7 4.750.000

Temuan tersebut mengindikasikan adanya pola distribusi yang lebih mengutamakan wilayah dengan beban stunting lebih rendah. Peneliti menilai hal ini berpotensi memperlebar kesenjangan kesehatan antar daerah, terutama di wilayah timur Indonesia yang masih bergulat dengan angka stunting tinggi.

Celios menyarankan beberapa langkah perbaikan, antara lain: meningkatkan transparansi mekanisme alokasi, menyesuaikan besaran insentif dengan tingkat kebutuhan daerah, serta memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam implementasi program.

Jika rekomendasi ini diadopsi, diharapkan alokasi dana SPPG dapat lebih merata dan efektif dalam menurunkan prevalensi stunting secara nasional.