Keutamaan Puasa Asyura 25 Juni 2026: Niat, Jadwal, dan Manfaat Spiritual
Keutamaan Puasa Asyura 25 Juni 2026: Niat, Jadwal, dan Manfaat Spiritual

Keutamaan Puasa Asyura 25 Juni 2026: Niat, Jadwal, dan Manfaat Spiritual

LintasWarganet.com – 20 Juni 2026 | Puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram 1448 H atau Kamis, 25 Juni 2026 menjadi momentum penting bagi umat Islam di seluruh Indonesia. Menyusul puasa Tasua pada 9 Muharram, keduanya menjadi rangkaian ibadah sunnah yang dianjurkan untuk membersihkan diri dari dosa, menambah pahala, dan meneguhkan identitas keislaman.

Jadwal Puasa Tasua dan Asyura 2026

Menurut kalender Hijriah resmi yang diadopsi oleh pemerintah, Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta lembaga keagamaan lain, tanggal 1 Muharram 1448 H diperkirakan jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026. Dengan demikian, puasa Tasua (9 Muharram) direncanakan pada Rabu, 24 Juni 2026, sedangkan puasa Asyura (10 Muharram) pada Kamis, 25 Juni 2026. Sementara Nahdlatul Ulama (NU) menyesuaikan 1 Muharram ke Rabu, 17 Juni 2026, sehingga Tasua dan Asyura masing‑masing jatuh pada Kamis, 25 Juni 2026 dan Jumat, 26 Juni 2026. Kedua penentuan ini mencerminkan variasi rukyatul hilal di berbagai wilayah, namun mayoritas komunitas mengikuti jadwal pemerintah‑Muhammadiyah.

Niat Puasa Asyura

Niat puasa merupakan niat yang berada di dalam hati, tanpa keharusan diucapkan. Bagi yang ingin menuliskannya sebagai pengingat, berikut teks Arab, transliterasi Latin, serta terjemahannya:

  • Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ عَشَرَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
  • Latin: Nawaitu shauma asyura sunnatan lillaahi ta’aalaa.
  • Terjemahan: “Saya niat puasa hari Asyura, sunnah karena Allah Ta’ala.”

Serupa, niat untuk puasa Tasua dapat dituliskan sebagai:

  • Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ تَسْعَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
  • Latin: Nawaitu shauma tasua sunnatan lillaahi ta’aalaa.
  • Terjemahan: “Saya niat puasa hari Tasua, sunnah karena Allah Ta’ala.”

Keutamaan Puasa di Bulan Muharram

Bulan Muharram, yang disebut juga Syahrullah atau bulan Allah, memiliki keutamaan istimewa dalam Islam. Hadis riwayat Muslim menyebutkan, “Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram.” Karena itu, puasa Asyura dianggap paling utama di antara semua puasa sunnah, diikuti oleh puasa Tasua sebagai pelengkap.

  • Menghapus dosa setahun lalu, sebagaimana diriwayatkan bahwa puasa Asyura dapat menghapus dosa tahun sebelumnya.
  • Menjadi puasa sunnah yang paling utama setelah Ramadan, memberikan pahala berlipat ganda.
  • Menegaskan identitas Islam dengan membedakan diri dari tradisi Yahudi dan Nasrani yang juga menghormati hari Asyura.
  • Meneladani sunnah Nabi Muhammad SAW yang secara konsisten memperbanyak puasa di bulan Muharram.

Pelaksanaan di Berbagai Daerah

Berbagai komunitas di Indonesia menyesuaikan pelaksanaan puasa ini dengan keputusan lembaga keagamaan masing‑masing. Berikut rangkuman singkat:

Instansi Tasua Asyura
Pemerintah & Muhammadiyah Rabu, 24 Juni 2026 Kamis, 25 Juni 2026
Nahdlatul Ulama (NU) Kamis, 25 Juni 2026 Jumat, 26 Juni 2026

Walaupun ada perbedaan satu hari, mayoritas umat tetap melaksanakan kedua puasa secara berurutan, menegaskan tekad untuk memanfaatkan keutamaan bulan Muharram.

Praktik Ibadah dan Etika Selama Puasa

Selama puasa Tasua dan Asyura, umat dianjurkan memperbanyak dzikir, membaca Al‑Qur’an, serta bersedekah. Karena puasa ini bersifat sunnah, tidak ada denda bagi yang tidak melaksanakannya, namun pahala yang didapatkan sangat besar. Penting pula untuk menjaga kesehatan, mengonsumsi sahur bergizi, serta menghindari kegiatan yang dapat membatalkan puasa.

Dengan niat yang tulus, pemahaman keutamaan, dan pelaksanaan yang tepat, puasa Asyura 25 Juni 2026 menjadi kesempatan langka untuk meningkatkan kualitas spiritual, membersihkan diri, serta mendekatkan hati kepada Allah SWT.