UNICEF: 265 Anak Palestina Tewas Meski Gencatan Senjata Diberlakukan
UNICEF: 265 Anak Palestina Tewas Meski Gencatan Senjata Diberlakukan

UNICEF: 265 Anak Palestina Tewas Meski Gencatan Senjata Diberlakukan

LintasWarganet.com – 19 Juni 2026 | Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Anak (UNICEF) melaporkan bahwa setidaknya 265 anak Palestina telah meninggal di Jalur Gaza sejak gencatan senjata yang diumumkan pada Oktober 2025 dilaksanakan. Angka tersebut mencerminkan peningkatan korban jiwa di kalangan anak-anak meskipun upaya penangguhan tembakan telah dimulai.

Data yang dirilis UNICEF menyoroti bahwa mayoritas korban adalah anak di bawah usia 12 tahun, dengan banyak di antaranya terluka parah akibat serangan udara, tembakan artileri, dan runtuhan bangunan tempat tinggal. Situasi ini memperparah krisis kemanusiaan yang sudah berlangsung lama di Gaza, di mana akses ke layanan kesehatan, air bersih, dan makanan menjadi sangat terbatas.

Berikut rangkuman temuan utama UNICEF:

  • Total korban anak: 265 jiwa sejak Oktober 2025.
  • Mayoritas korban berusia di bawah 12 tahun.
  • Lebih dari 70% korban tewas akibat serangan langsung di daerah pemukiman.
  • Ratusan anak terluka mengalami trauma fisik dan psikologis yang mendalam.

UNICEF menegaskan bahwa gencatan senjata tidak secara otomatis menjamin keamanan bagi anak-anak. Organisasi tersebut menyerukan semua pihak untuk menghormati prinsip perlindungan anak dalam hukum humaniter internasional, termasuk menghentikan semua serangan yang dapat menimbulkan dampak pada penduduk sipil.

Selain itu, UNICEF mengimbau komunitas internasional untuk meningkatkan bantuan kemanusiaan, memperluas akses ke fasilitas medis darurat, serta menyediakan layanan psikososial bagi anak-anak yang mengalami trauma. Tanpa intervensi yang cepat dan berkelanjutan, risiko kematian dan penderitaan lebih lanjut bagi generasi muda di Gaza akan terus meningkat.

Pernyataan ini menambah tekanan pada pihak-pihak terkait untuk menegakkan gencatan senjata yang efektif dan memastikan perlindungan khusus bagi anak-anak, yang paling rentan di tengah konflik bersenjata.