Frans Antoni Bolak-Balik Indonesia-Thailand 168 Kali, Angkut Uang Narkoba Minimal Rp 1 Miliar per Perjalanan (2017-2023)
Frans Antoni Bolak-Balik Indonesia-Thailand 168 Kali, Angkut Uang Narkoba Minimal Rp 1 Miliar per Perjalanan (2017-2023)

Frans Antoni Bolak-Balik Indonesia-Thailand 168 Kali, Angkut Uang Narkoba Minimal Rp 1 Miliar per Perjalanan (2017-2023)

LintasWarganet.com – 19 Juni 2026 | Jakarta – Sejumlah penyelidikan terbaru mengungkap bahwa tersangka Frans Antoni telah melakukan perjalanan bolak‑balik antara Indonesia dan Thailand sebanyak 168 kali dalam rentang waktu 2017 hingga 2023. Setiap kali perjalanan, ia diduga mengangkut uang hasil perdagangan narkoba dengan nilai minimal satu miliar rupiah.

Modus operandi yang digunakan tergolong canggih, memanfaatkan jaringan logistik serta penyamaran dokumen untuk menghindari deteksi di perbatasan. Berikut rangkuman temuan utama:

  • Jumlah perjalanan: 168 kali selama enam tahun.
  • Nilai uang yang dipindahkan: Minimal Rp 1 miliar per perjalanan, mengindikasikan total nilai transaksi mencapai lebih dari Rp 168 miliar.
  • Rute utama: Bandara internasional di Jakarta dan Bangkok, serta pelabuhan laut di Sumatera dan selatan Thailand.
  • Metode penyamaran: Penggunaan koper khusus dengan lapisan anti‑x‑ray, serta dokumen fiktif yang menyatakan barang elektronik atau bahan baku industri.

Berikut data tahunan yang dirangkum dalam tabel:

Tahun Jumlah Perjalanan Estimasi Nilai (Rp)
2017 25 ≥ 25 miliar
2018 30 ≥ 30 miliar
2019 28 ≥ 28 miliar
2020 22 ≥ 22 miliar
2021 26 ≥ 26 miliar
2022 24 ≥ 24 miliar
2023 13 ≥ 13 miliar

Pihak berwenang Indonesia dan Thailand kini bekerja sama dalam rangka memperkuat kontrol perbatasan serta melacak aliran dana hasil narkotika. Penangkapan Frans Antoni diharapkan menjadi titik balik dalam pemberantasan jaringan perdagangan narkoba lintas negara.

Kasus ini menegaskan perlunya sinergi antar lembaga penegak hukum, termasuk Badan Narkotika Nasional (BNN) dan kepolisian perbatasan, untuk mengatasi tantangan perdagangan gelap yang semakin mengandalkan teknologi dan jaringan internasional.