Puasa 1 Muharram: Niat, Keutamaan, dan Panduan Lengkap di Awal Tahun Hijriyah 1448
Puasa 1 Muharram: Niat, Keutamaan, dan Panduan Lengkap di Awal Tahun Hijriyah 1448

Puasa 1 Muharram: Niat, Keutamaan, dan Panduan Lengkap di Awal Tahun Hijriyah 1448

LintasWarganet.com – 18 Juni 2026 | Memasuki tahun baru Islam, 1 Muharram 1448 H (17 Juni 2026) menjadi momentum penting bagi umat Muslim untuk menambah amal ibadah. Di antara amalan sunah yang dianjurkan, puasa pada hari pertama Muharram mendapat perhatian khusus karena keutamaannya yang setara dengan puasa Asyura dan Tasu’a. Berikut panduan lengkap niat puasa 1 Muharram, keutamaan, serta tata cara pelaksanaannya.

Keutamaan Puasa pada Hari Pertama Muharram

Puasa pada hari pertama bulan Muharram merupakan ibadah sunah yang paling utama setelah puasa Ramadan. Rasulullah SAW menegaskan bahwa puasa pada bulan yang mulia ini memiliki pahala besar, termasuk menghapus dosa setahun. Selain itu, puasa pada 1 Muharram memperkuat identitas umat Islam sebagai pemelihara tradisi Hijriyah, sekaligus menjadi pembeda dengan kelompok lain yang tidak melaksanakannya.

  • Penghapusan dosa kecil selama setahun.
  • Pahala setara dengan puasa 10 orang haji.
  • Meningkatkan keimanan di awal tahun hijriyah.

Bacaan Niat Puasa 1 Muharram

Untuk melaksanakan puasa ini, niat dapat dibaca pada malam sebelum fajar atau pada pagi hari sebelum waktu zuhur, asalkan belum melakukan hal yang membatalkan puasa. Bacaan niat yang umum dipakai adalah:

Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشِرَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى.
Latin: Nawaitu shauma ‘ashira sunnatan lillahi ta’ala.
Arti: “Saya berniat puasa sunnah pada hari pertama Muharram karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Pelaksanaan Puasa 1 Muharram

Berikut langkah-langkah yang sebaiknya diikuti:

  1. Menetapkan niat dengan bacaan di atas, dapat diucapkan secara lisan atau dalam hati.
  2. Menahan diri dari makan, minum, dan hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.
  3. Melakukan sahur sebelum fajar untuk menjaga stamina sepanjang hari.
  4. Menghindari perbuatan yang dapat membatalkan puasa, seperti muntah dengan sengaja, haid, atau hubungan suami istri.
  5. Mengakhiri puasa dengan berbuka secara sederhana, disarankan dengan kurma dan air putih.

Hubungan dengan Puasa Tasu’a dan Asyura

Selain puasa 1 Muharram, umat Muslim juga dianjurkan menunaikan puasa Tasu’a (9 Muharram) dan Asyura (10 Muharram). Kedua puasa tersebut memiliki keutamaan tersendiri, antara lain menghapus dosa setahun dan menegaskan perbedaan dengan tradisi Yahudi yang hanya berpuasa pada Asyura. Pada tahun 2026, jadwalnya adalah:

Hari Tanggal Masehi Tanggal Hijriyah
Rabu 24 Juni 2026 9 Muharram 1448 H (Tasu’a)
Kamis 25 Juni 2026 10 Muharram 1448 H (Asyura)

Sementara puasa pada 1 Muharram jatuh pada Selasa, 17 Juni 2026 menurut penetapan Lembaga Falakiyah PBNU. Perbedaan penetapan tanggal antara lembaga keagamaan (NU) dan kalender resmi Kementerian Agama dapat menimbulkan variasi satu hari, namun niat dan keutamaan tetap sama.

Tips Praktis Menjalankan Puasa 1 Muharram

Beberapa rekomendasi untuk memudahkan pelaksanaan puasa:

  • Siapkan menu sahur yang mengandung karbohidrat kompleks dan protein, seperti oatmeal, telur, atau roti gandum.
  • Perbanyak minum air putih saat sahur untuk menghindari dehidrasi.
  • Lakukan ibadah tambahan seperti shalat sunnah, tilawah Al‑Qur’an, atau dzikir selama hari puasa.
  • Jika ada kondisi kesehatan khusus, konsultasikan dengan dokter sebelum berpuasa.

Dengan memahami niat, tata cara, serta keutamaan puasa 1 Muharram, umat Muslim dapat mengoptimalkan ibadah ini sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT pada awal tahun hijriyah.

Puasa 1 Muharram tidak hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga menjadi wujud kesungguhan hati dalam menyambut tahun baru Islam dengan semangat kebersihan spiritual dan peningkatan kualitas keimanan.