PLN Proyeksikan Ciptakan 1,7 Juta Lapangan Kerja Baru, Mayoritas Fokus pada Green Jobs
PLN Proyeksikan Ciptakan 1,7 Juta Lapangan Kerja Baru, Mayoritas Fokus pada Green Jobs

PLN Proyeksikan Ciptakan 1,7 Juta Lapangan Kerja Baru, Mayoritas Fokus pada Green Jobs

LintasWarganet.com – 17 Juni 2026 | Perusahaan Listrik Negara (PLN) menargetkan penciptaan total 1,7 juta lapangan kerja baru hingga tahun 2034. Dari jumlah tersebut, sekitar 760.000 posisi diperkirakan akan berfokus pada sektor energi baru terbarukan (EBT) atau yang lebih dikenal sebagai green jobs.

Proyeksi tersebut didasarkan pada rencana ekspansi jaringan listrik nasional, pembangunan pembangkit listrik berbasis sumber energi terbarukan, serta digitalisasi operasional perusahaan. Peningkatan kebutuhan tenaga kerja tidak hanya mencakup teknisi lapangan, tetapi juga tenaga ahli di bidang perencanaan, manajemen proyek, dan teknologi informasi.

Rincian Lapangan Kerja Menurut Sektor

Sektor Jumlah Lowongan (karyawan)
Pembangunan Pembangkit Listrik Terbarukan 460.000
Pengelolaan Jaringan & Distribusi 340.000
Digitalisasi & Teknologi Informasi 210.000
Manajemen & Administrasi 190.000
Pelatihan & Pengembangan SDM 200.000

Data di atas menunjukkan bahwa hampir setengah dari total lowongan akan berada di bidang energi terbarukan, termasuk proyek pembangkit tenaga surya, angin, dan bioenergi.

Strategi PLN dalam Meningkatkan Green Jobs

  • Mengalokasikan investasi sebesar Rp 300 triliun untuk proyek EBT selama 10 tahun ke depan.
  • Kerjasama dengan institusi pendidikan dan vokasi untuk menyusun kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri energi bersih.
  • Program beasiswa dan pelatihan khusus bagi lulusan baru yang ingin berkarir di sektor hijau.
  • Penerapan teknologi smart grid untuk meningkatkan efisiensi distribusi listrik, yang menuntut keahlian TI dan data analytics.

Dengan strategi tersebut, PLN berharap tidak hanya menambah jumlah tenaga kerja, tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang siap mendukung transisi energi nasional menuju target 23% energi terbarukan pada 2025.

Para pencari kerja diharapkan dapat memanfaatkan peluang ini dengan meningkatkan kompetensi di bidang teknik elektro, energi terbarukan, serta kemampuan digital. Pemerintah dan sektor swasta juga diharapkan dapat berkolaborasi untuk menciptakan ekosistem kerja yang mendukung pertumbuhan ekonomi hijau.