Kesepakatan AS-Iran Dorong Rupiah Berpotensi Menguat pada Rabu, 17 Juni 2026
Kesepakatan AS-Iran Dorong Rupiah Berpotensi Menguat pada Rabu, 17 Juni 2026

Kesepakatan AS-Iran Dorong Rupiah Berpotensi Menguat pada Rabu, 17 Juni 2026

LintasWarganet.com – 17 Juni 2026 | Rupiah diproyeksikan dapat menguat pada Rabu, 17 Juni 2026 usai terungkapnya kesepakatan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran. Kesepakatan tersebut menurunkan ketegangan geopolitik di Timur Tengah, yang selanjutnya menurunkan harga minyak dunia serta meningkatkan sentimen pasar global.

Di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan pasar valuta asing Jakarta, para pelaku pasar mencatat pergerakan positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sedikit naik, sementara kurs USD/IDR menurun sekitar 0,3 persen pada sesi pagi.

Faktor-faktor utama yang mendukung penguatan Rupiah antara lain:

  • Berita kesepakatan AS-Iran yang mengurangi risiko konflik di wilayah penghasil minyak.
  • Penurunan harga minyak mentah Brent dari US$84 menjadi US$78 per barel dalam dua hari terakhir.
  • Sentimen perbaikan risiko geopolitik yang meningkatkan permintaan aset safe‑haven seperti dolar AS, namun menurunkan kebutuhan lindung nilai terhadap mata uang emerging market.

Analis dari bank lokal menilai bahwa penguatan Rupiah bisa berlanjut jika harga minyak tetap stabil di bawah US$80 per barel. Namun, mereka memperingatkan bahwa volatilitas masih tinggi jika terdapat perkembangan politik lain di kawasan tersebut.

Berikut perkiraan pergerakan kurs Rupiah dalam beberapa skenario harga minyak:

Skenario Harga Minyak Kurs USD/IDR
Brent < US$78 15.100
Brent US$78‑82 15.250‑15.350
Brent > US$82 15.500 ke atas

Secara keseluruhan, meskipun faktor eksternal masih dapat memengaruhi, kesepakatan AS‑Iran memberikan dorongan positif bagi nilai tukar Rupiah pada pertengahan Juni 2026.