Listrik di Jawa-Bali Terancam Padam Akibat Keterlambatan RKAB 2026, IMEF Ungkap Penyebabnya
Listrik di Jawa-Bali Terancam Padam Akibat Keterlambatan RKAB 2026, IMEF Ungkap Penyebabnya

Listrik di Jawa-Bali Terancam Padam Akibat Keterlambatan RKAB 2026, IMEF Ungkap Penyebabnya

LintasWarganet.com – 16 Juni 2026 | Peringatan terbaru menyoroti potensi pemadaman listrik di wilayah Jawa dan Bali menjelang tahun 2026. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan penyedia energi mengindikasikan bahwa penundaan penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKAB) tahun 2026 dapat menurunkan pasokan listrik secara signifikan.

Asosiasi Pertambangan dan Energi Indonesia (IMEF) menambahkan bahwa penundaan tersebut berhubungan erat dengan gangguan pasokan batu bara, bahan bakar utama pembangkit listrik termal di Indonesia. Kenaikan biaya penambangan yang dipicu oleh ketegangan geopolitik, khususnya perang antara Amerika Serikat dan Iran, memperburuk situasi.

  • Keterlambatan finalisasi RKAB 2026 mengakibatkan penundaan pembangunan pembangkit baru dan perpanjangan kontrak pasokan batu bara.
  • Harga batu bara naik karena meningkatnya biaya operasional tambang dan logistik internasional.
  • Gangguan pada rantai pasok batu bara dapat menurunkan ketersediaan bahan bakar bagi pembangkit yang sudah beroperasi.

Akibat kombinasi faktor di atas, beban pada jaringan listrik Jawa-Bali diperkirakan akan meningkat hingga 15% pada tahun 2026, dengan risiko terjadinya pemadaman bergilir jika tidak ada intervensi cepat.

Pemerintah dan PT PLN (Persero) dikabarkan sedang menyusun langkah mitigasi, termasuk percepatan pembangunan pembangkit energi terbarukan, renegosiasi kontrak batu bara, serta penambahan cadangan energi strategis. Namun, IMEF menekankan bahwa tanpa penyelesaian RKAB tepat waktu, langkah-langkah tersebut tidak akan cukup untuk menutup kesenjangan pasokan.