Basarnas dan BPBD Siapkan Tenda Darurat di RS Undata Palu
Basarnas dan BPBD Siapkan Tenda Darurat di RS Undata Palu

Basarnas dan BPBD Siapkan Tenda Darurat di RS Undata Palu

LintasWarganet.com – 16 Juni 2026 | Tim Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Palu menyiapkan fasilitas tenda darurat di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata. Upaya ini dilakukan sebagai respons terhadap meningkatnya kebutuhan ruang rawat inap pasca bencana alam yang melanda wilayah tersebut.

Berikut rincian utama dari penyiapan tenda darurat:

  • Lokasi: Halaman utama RS Undata, area yang mudah diakses oleh ambulans dan kendaraan bantuan.
  • Jumlah tenda: 5 unit, masing‑masing dengan 30 tempat tidur.
  • Fasilitas tambahan: Unit listrik cadangan, pompa air bersih, dan ruang penyimpanan obat.
  • Tim operasional: 12 tenaga medis, 8 perawat, serta 6 relawan logistik.
  • Waktu operasional: Tenda direncanakan aktif selama 30 hari pertama, dengan evaluasi lanjutan setiap minggu.

Pejabat BPBD Palu, Ahmad Fauzi, menyatakan bahwa tenda darurat ini dimaksudkan untuk mengurangi beban RS Undata yang saat ini melayani ratusan pasien korban bencana. “Kami berkoordinasi erat dengan pihak rumah sakit untuk memastikan alur pasien berjalan lancar, serta menyediakan ruang tambahan bagi mereka yang memerlukan perawatan intensif,” ujar Fauzi.

Sementara itu, perwakilan Basarnas, Letnan Kolonel Siti Nurhaliza, menambahkan bahwa penempatan tenda juga memperhitungkan aspek keamanan dan kebersihan. “Setiap tenda dilengkapi dengan standar sanitasi yang ketat, termasuk prosedur sterilisasi rutin dan pengelolaan limbah medis,” jelasnya.

Para pasien yang dirawat di tenda darurat meliputi korban luka ringan, penderita gangguan pernapasan, serta mereka yang membutuhkan observasi medis selama 24 jam. Dengan adanya tambahan ruang, RS Undata dapat memfokuskan fasilitas utama untuk kasus kritis yang memerlukan perawatan di ruang ICU.

Keberhasilan penyiapan tenda darurat ini diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain yang menghadapi tantangan serupa. Koordinasi lintas‑instansi antara Basarnas, BPBD, dan fasilitas kesehatan menjadi kunci utama dalam mempercepat respons darurat dan memastikan pelayanan medis tetap optimal.