Obligasi Global Danantara US$1,5 Miliar Laku Keras, Buktikan Kepercayaan Investor Terhadap Indonesia
Obligasi Global Danantara US$1,5 Miliar Laku Keras, Buktikan Kepercayaan Investor Terhadap Indonesia

Obligasi Global Danantara US$1,5 Miliar Laku Keras, Buktikan Kepercayaan Investor Terhadap Indonesia

LintasWarganet.com – 16 Juni 2026 | Jakarta – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) berhasil menutup penawaran obligasi global senilai US$1,5 miliar atau sekitar Rp26,55 triliun. Penawaran terbagi rata antara tenor lima tahun dan sepuluh tahun, masing‑masing dengan kupon 5,35% dan 5,95%. Permintaan melebihi tiga kali lipat target, dengan total order mencapai US$4,6 miliar, menegaskan tingginya minat investor asing terhadap aset Indonesia.

CEO Danantara, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa proses penjualan dimulai dengan rangkaian roadshow ke pusat‑pusat keuangan dunia, termasuk Hong Kong, Singapura, London, Boston, dan New York. Selama kunjungan, tim Danantara bertemu lebih dari seratus investor institusional dan menjelaskan strategi investasi serta prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil meski berada dalam siklus geopolitik yang menantang.

Struktur Obligasi dan Respons Pasar

Tenor Kupon Jumlah
5 tahun 5,35% US$750 juta
10 tahun 5,95% US$750 juta

Data tersebut menunjukkan bahwa investor tidak hanya menerima tawaran, tetapi juga menuntut harga yang lebih kompetitif. Pada proses book‑building, perkiraan yield awal berada di kisaran 6%–7%, namun karena oversubscription, Danantara dapat menutup pada tingkat yang lebih rendah. Rosan menegaskan bahwa hasil ini “sangat‑sangat baik” dan membuktikan kepercayaan investor terhadap Indonesia.

Media internasional, termasuk Bloomberg, menyoroti kesuksesan ini dengan judul yang menekankan kemenangan bagi pemerintah Indonesia. Pendekatan transparan Danantara, didukung oleh peringkat kredit setara sovereign yang diberikan oleh lembaga rating terkemuka, menjadi faktor kunci yang memperkuat citra kredit negara di mata pasar global.

Selain pencapaian finansial, Danantara juga menegaskan komitmen terhadap transparansi. Seluruh data laporan keuangan telah diserahkan ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk audit, sesuai ketentuan perusahaan non‑terbuka. Proses konsolidasi melibatkan lebih dari seribu perusahaan pelat merah, dan laporan akhir dijadwalkan terbit pada akhir Juni 2026.

Rosan juga mengungkapkan rencana jangka panjang untuk memperluas spektrum obligasi, termasuk kemungkinan penerbitan tenor 30 tahun bila permintaan tetap kuat. Ia menilai bahwa kestabilan pertumbuhan ekonomi Indonesia, meski mengalami fluktuasi siklus, tetap menjadi magnet bagi investor yang mencari diversifikasi portofolio di tengah ketegangan geopolitik dan geoekonomi.

Kesuksesan obligasi Danantara tidak hanya meningkatkan likuiditas dana masuk, tetapi juga memberi sinyal positif bagi kebijakan fiskal dan investasi pemerintah. Dana yang akan masuk ke rekening Danantara pada 18 Juni 2026 diharapkan dapat mendukung program pembangunan infrastruktur, pengembangan industri, serta inisiatif ekonomi hijau yang menjadi prioritas nasional.

Secara keseluruhan, penerbitan obligasi global pertama Danantara menegaskan bahwa pasar internasional masih menaruh kepercayaan tinggi pada prospek Indonesia. Oversubscription tiga kali lipat, yield di bawah perkiraan, dan dukungan media asing mencerminkan keberhasilan strategi komunikasi dan fundamental ekonomi yang solid.

Dengan fondasi kepercayaan ini, Danantara diperkirakan akan melanjutkan langkah-langkah inovatif dalam pembiayaan publik, memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi yang menarik di kancah global.