Badan Geologi Kementerian ESDM Imbau Pendaki Jauhi Radius 1,5 km Gunung Soputan
Badan Geologi Kementerian ESDM Imbau Pendaki Jauhi Radius 1,5 km Gunung Soputan

Badan Geologi Kementerian ESDM Imbau Pendaki Jauhi Radius 1,5 km Gunung Soputan

LintasWarganet.com – 13 Juni 2026 | Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengeluarkan peringatan resmi bagi pendaki, wisatawan, dan masyarakat umum untuk menjauh setidaknya 1,5 kilometer dari lereng Gunung Soputan, Sulawesi Utara. Peringatan ini dikeluarkan setelah peningkatan aktivitas seismik dan indikasi potensi longsor serta letusan kecil yang terdeteksi dalam beberapa minggu terakhir.

Gunung Soputan, yang terakhir meletus pada tahun 2018, dikenal memiliki riwayat erupsi eksplosif serta tanah longsor yang sering terjadi pada daerah sekitar kawah. Data terbaru menunjukkan adanya peningkatan frekuensi gempa mikro di zona kedalaman 5-10 kilometer, yang dapat meningkatkan tekanan magma di bawah gunung.

Berikut langkah-langkah yang disarankan oleh Badan Geologi untuk menjaga keselamatan publik:

  • Hindari area dalam radius 1,5 km dari puncak gunung, termasuk jalur pendakian resmi dan jalur alternatif.
  • Jika berada di daerah sekitar, tetap waspada terhadap bau belerang, suara gemuruh, atau getaran tanah.
  • Ikuti informasi terkini melalui media lokal, situs resmi Badan Geologi, atau kanal darurat setempat.
  • Segera laporkan aktivitas mencurigakan seperti asap putih, debu, atau perubahan warna tanah kepada otoritas terkait.
  • Jika terjadi evakuasi, patuhi arahan petugas dan gunakan jalur evakuasi yang telah ditentukan.

Pihak berwenang juga menyiapkan pos-pos pengawasan di beberapa titik strategis di sekitar gunung untuk memantau perubahan kondisi secara real‑time. Tim geologi dilengkapi dengan sensor seismik, kamera pemantau awan panas, serta tim respons cepat yang siap melakukan tindakan darurat.

Warga dan pendaki diimbau untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan menghindari penyebaran kepanikan. Keselamatan publik menjadi prioritas utama, dan kolaborasi antara masyarakat, aparat keamanan, serta lembaga ilmiah diharapkan dapat meminimalisir risiko.

Jika membutuhkan bantuan atau ingin melaporkan kondisi darurat, dapat menghubungi nomor darurat Badan Geologi di 021‑1234‑5678 atau menghubungi kantor pemadam kebakaran setempat.