Sebar 400 Mata Digital Pengawas Orang Asing, Kanim Surabaya Perkuat Pengawasan Melalui APOA
Sebar 400 Mata Digital Pengawas Orang Asing, Kanim Surabaya Perkuat Pengawasan Melalui APOA

Sebar 400 Mata Digital Pengawas Orang Asing, Kanim Surabaya Perkuat Pengawasan Melalui APOA

LintasWarganet.com – 12 Juni 2026 | Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya (Kanim Surabaya) memperkuat mekanisme pengawasan terhadap warga negara asing dengan menyebarkan sekitar 400 akun Mata Digital atau Automated Person of Authority (APOA) ke berbagai sektor strategis di wilayah kerjanya.

APOA merupakan sistem pemantauan berbasis digital yang memungkinkan petugas imigrasi mengakses data pergerakan, status izin tinggal, dan aktivitas warga asing secara real‑time. Dengan penyebaran ini, Kanim Surabaya berharap dapat mencegah penyalahgunaan izin, meningkatkan respons terhadap potensi pelanggaran, serta mempercepat proses verifikasi data.

Berikut ini beberapa sektor yang menjadi fokus penyebaran mata digital:

  • Pelabuhan laut dan darat
  • Bandara internasional dan domestik
  • Kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus
  • Institusi pendidikan tinggi
  • Gedung perkantoran pemerintahan dan swasta
  • Layanan publik seperti rumah sakit dan pusat kesehatan

Setiap akun APOA dilengkapi dengan otorisasi akses yang disesuaikan dengan kebutuhan sektoral, sehingga hanya petugas yang berwenang yang dapat melihat data sensitif. Sistem ini juga terintegrasi dengan basis data kependudukan dan imigrasi, sehingga meminimalisir duplikasi informasi.

Direktur Kanim Surabaya, Dr. H. Budi Setiawan, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya modernisasi pengawasan imigrasi yang sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat keamanan nasional. Ia menambahkan bahwa pemantauan yang lebih intensif diharapkan dapat menurunkan angka pelanggaran izin tinggal hingga 30 persen dalam satu tahun pertama operasional.

Implementasi mata digital ini juga didukung oleh pelatihan intensif bagi petugas lapangan, termasuk simulasi penggunaan platform APOA, penanganan data pribadi, dan prosedur pelaporan temuan. Dengan demikian, Kanim Surabaya menargetkan peningkatan efektivitas pengawasan serta respons cepat terhadap insiden yang melibatkan warga asing.