Thailand Berduka: Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal Setelah Koma Hampir Empat Tahun
Thailand Berduka: Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal Setelah Koma Hampir Empat Tahun

Thailand Berduka: Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal Setelah Koma Hampir Empat Tahun

LintasWarganet.com – 12 Juni 2026 | Raja Maha Vajiralongkorn (Rama X) Thailand kehilangan putri sulungnya, Putri Bajrakitiyabha Narendira Debyavati, yang meninggal pada hari ini setelah hampir empat tahun berada dalam keadaan koma sejak Desember 2022.

Putri Bajrakitiyabha, yang dikenal sebagai putri pertama raja, sebelumnya aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan diplomatik, termasuk peran sebagai penasihat tinggi dalam proyek‑proyek pembangunan dan hak asasi manusia.

Kondisi kesehatannya memburuk pada akhir 2022, mengakibatkan ia dirawat di rumah sakit kerajaan di Bangkok dan kemudian ditempatkan dalam keadaan koma. Selama hampir empat tahun, keluarga kerajaan, pejabat, serta publik menunggu kabar terbaru mengenai kondisi sang putri.

Kematian beliau diumumkan oleh istana pada hari ini dan memicu gelombang duka di seluruh negeri. Pemerintah Thailand mengeluarkan pernyataan resmi, menyatakan rasa belasungkawa yang mendalam serta menghormati jasa‑jasanya bagi negara.

Berikut rangkaian peristiwa penting terkait Putri Bajrakitiyabha:

  • Desember 2022: Putri jatuh sakit dan masuk koma.
  • 2023–2025: Pemerintah dan istana secara berkala memberikan pembaruan kondisi, namun tidak ada perubahan signifikan.
  • Juni 2026: Istana mengumumkan kematiannya.

Reaksi publik meliputi curahan duka di media sosial, serta penghormatan di lokasi‑lokasi penting seperti Istana Dusit dan Wat Phra Kaew. Beberapa tokoh masyarakat dan politisi menyoroti kontribusi Putri Bajrakitiyabha dalam bidang hukum dan hak perempuan.

Raja Vajiralongkorn belum memberikan komentar publik secara langsung, namun diyakini bahwa keluarga kerajaan akan mengadakan upacara pemakaman resmi sesuai tradisi Buddha dan protokol kerajaan.