Pertamax Tembus Rp 16 Ribu, Cuitan Lama Gerindra Soal Kurs dan BBM Kembali Viral
Pertamax Tembus Rp 16 Ribu, Cuitan Lama Gerindra Soal Kurs dan BBM Kembali Viral

Pertamax Tembus Rp 16 Ribu, Cuitan Lama Gerindra Soal Kurs dan BBM Kembali Viral

LintasWarganet.com – 10 Juni 2026 | Harga bahan bakar minyak jenis Pertamax kembali menembus level historis di atas Rp 16.000 per liter, seiring dengan melemahnya nilai tukar rupiah yang kini berada di kisaran Rp 18.200 per dolar AS.

Lonjakan harga ini memicu kemarahan konsumen dan menimbulkan perbincangan luas di media sosial. Di tengah suhu panas politik, sebuah cuitan lama anggota Partai Gerindra tentang hubungan antara kurs rupiah dan harga BBM tiba‑tiba menjadi viral kembali.

Cuitan yang awalnya diposting pada awal 2023 menegaskan bahwa “jika rupiah lemah, harga BBM pasti naik”, dan kini dianggap sebagai prediksi yang tepat. Banyak netizen yang menyoroti akurasi cuitan tersebut serta menilai partai politik tersebut memiliki wawasan ekonomi yang tajam.

  • Rupiah melemah dari Rp 17.000 menjadi sekitar Rp 18.200 per dolar dalam enam bulan terakhir.
  • Harga Pertamax naik dari Rp 13.500 menjadi lebih dari Rp 16.000 per liter.
  • Pengguna kendaraan pribadi dan angkutan umum menghadapi beban biaya operasional yang meningkat.

Berikut ini rangkuman perubahan harga Pertamax selama tiga bulan terakhir:

Bulan Harga Pertamax (Rp/L)
Januari 13.500
Februari 14.200
Maret 15.100
April 15.800
Mei 16.200

Para pengamat ekonomi menilai bahwa kenaikan harga BBM tidak dapat dipisahkan dari fluktuasi nilai tukar, karena sebagian besar bahan bakar di Indonesia masih diimpor. Sementara itu, pihak pemerintah diperkirakan akan meninjau kebijakan subsidi atau menyesuaikan tarif transportasi publik untuk meredam beban masyarakat.

Di sisi lain, dinamika politik menambah bumbu pada perdebatan publik. Gerindra kini diminta menjelaskan apakah cuitan lama tersebut merupakan strategi komunikasi atau sekadar komentar pribadi. Beberapa analis menyarankan partai politik sebaiknya menghindari pernyataan ekonomi yang sensitif di media sosial, mengingat dampaknya yang luas.

Dengan kombinasi tekanan ekonomi dan sorotan politik, situasi harga BBM diproyeksikan akan tetap volatile dalam beberapa minggu mendatang, tergantung pada pergerakan nilai tukar dan kebijakan pemerintah.