Pengungsi Gempa di Kepulauan Sangihe Mulai Kembali ke Rumah, Kata BNPB
Pengungsi Gempa di Kepulauan Sangihe Mulai Kembali ke Rumah, Kata BNPB

Pengungsi Gempa di Kepulauan Sangihe Mulai Kembali ke Rumah, Kata BNPB

LintasWarganet.com – 09 Juni 2026 | Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan bahwa pengungsi akibat gempa bumi di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, mulai kembali ke rumah masing‑masing sejak awal minggu ini. Penarikan kembali warga dilakukan setelah tim inspeksi menyatakan sebagian besar bangunan aman untuk ditempati kembali.

Gempa berkekuatan 6,2 SR yang mengguncang wilayah tersebut pada 14 April 2024 mengakibatkan kerusakan luas pada rumah‑rumah warga, infrastruktur publik, dan fasilitas pendidikan. Menurut data BNPB, sekitar 2.600 orang (setara dengan 650 keluarga) terpaksa mengungsi ke posko darurat yang dibuka di beberapa kecamatan.

Kerusakan yang tercatat meliputi 850 rumah rusak berat, 1.200 rumah rusak ringan, serta sejumlah fasilitas umum yang harus diperbaiki. Pemerintah daerah bersama BNPB menyediakan bantuan makanan, pakaian, serta kit kebersihan selama masa pengungsian.

Proses kepulangan diatur dalam beberapa tahapan, antara lain:

  • Pemeriksaan struktur bangunan oleh tim teknis BNPB dan Dinas PUPR.
  • Pemberian rekomendasi perbaikan atau renovasi bagi rumah yang belum memenuhi standar keselamatan.
  • Pendampingan keluarga oleh petugas sosial untuk memastikan kebutuhan dasar terpenuhi.
  • Distribusi bantuan tambahan berupa bahan bangunan ringan bagi rumah yang masih memerlukan perbaikan kecil.

Meski sebagian besar rumah telah dinyatakan layak huni, masih terdapat sejumlah rumah yang membutuhkan perbaikan lebih intensif. Selain itu, akses jalan di beberapa daerah masih terhambat oleh longsor pasca‑gempa, yang menambah tantangan dalam proses pemulihan.

BNPB menegaskan komitmen untuk terus memantau situasi dan mempercepat upaya rehabilitasi, agar masyarakat Kepulauan Sangihe dapat kembali menjalani kehidupan normal secepatnya.