Modus Wanita Ajak Main ke Kosan, Komplotan Curas di Kalideres Curi Motor Usai Aniaya Korban
Modus Wanita Ajak Main ke Kosan, Komplotan Curas di Kalideres Curi Motor Usai Aniaya Korban

Modus Wanita Ajak Main ke Kosan, Komplotan Curas di Kalideres Curi Motor Usai Aniaya Korban

LintasWarganet.com – 09 Juni 2026 | Polisi Resor Kalideres berhasil mengungkap jaringan penipuan dan pencurian yang melibatkan seorang wanita sebagai otak utama. Modusnya dimulai dengan menghubungi korban melalui media sosial, mengaku sebagai kenalan, kemudian mengajak korban untuk bertemu di sebuah kosan di wilayah Kalideres, Jakarta Barat.

Sesampainya di kos, korban biasanya diundang untuk “bermain” atau sekadar mengobrol. Tanpa disadari, dua pria yang tergabung dalam komplotan tersebut—yang merupakan anggota DPO (Daerah Pengamanan Operasional)—menyembunyikan motor korban di area kos dan kemudian melarikan diri bersama kendaraan tersebut.

Setelah motor berhasil dicuri, pelaku juga mengambil ponsel korban dan memanfaatkannya untuk dijadikan jaminan gadai di tempat penyelundup barang elektronik. Korban mengalami luka ringan akibat dorongan saat dikejar, namun kondisi kesehatannya stabil setelah mendapat pertolongan pertama.

  • Langkah 1: Pendekatan melalui media sosial dengan menyamar sebagai teman atau kenalan.
  • Langkah 2: Mengajak korban ke kosan dengan janji pertemuan santai atau “main”.
  • Langkah 3: Dua pria DPO menyiapkan rencana pencurian motor di lokasi.
  • Langkah 4: Pencurian motor dan penyitaan ponsel korban.
  • Langkah 5: Penjualan atau penggadaian ponsel untuk memperoleh uang cepat.

Polsek Kalideres menahan wanita tersebut bersama dua pria yang terlibat. Penyidikan masih berlangsung untuk mengungkap jaringan yang lebih luas serta mengidentifikasi semua korban yang mungkin belum melapor.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap ajakan pertemuan dengan orang yang baru dikenal secara daring, terutama jika melibatkan lokasi pribadi seperti kosan. Hindari memberikan informasi pribadi atau menyerahkan barang berharga sebelum memastikan keabsahan identitas lawan bicara.