ASDP Indonesia Ferry Bersihkan Lebih dari 13 Ton Sampah Laut dan Pesisir pada Hari Laut Sedunia 2026
ASDP Indonesia Ferry Bersihkan Lebih dari 13 Ton Sampah Laut dan Pesisir pada Hari Laut Sedunia 2026

ASDP Indonesia Ferry Bersihkan Lebih dari 13 Ton Sampah Laut dan Pesisir pada Hari Laut Sedunia 2026

LintasWarganet.com – 09 Juni 2026 | PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melaksanakan rangkaian kegiatan Ocean Clean Up Day 2026 secara simultan di sejumlah pelabuhan dan wilayah operasionalnya pada Senin, 8 Juni 2026. Aksi ini merupakan bagian dari peringatan Hari Laut Sedunia 2026 dan bertujuan mengurangi akumulasi sampah di perairan serta pantai Indonesia.

Dalam satu hari kerja, tim bersih‑bersih yang terdiri dari karyawan, relawan, dan mitra lokal berhasil mengumpulkan lebih dari 13.000 kilogram sampah, mencakup plastik, kemasan, dan material lain yang mencemari laut dan pesisir. Jumlah tersebut setara dengan berat sekitar 65 ekor gajah Afrika.

Rangkaian Kegiatan

  • Pengumpulan Sampah di Pelabuhan: Setiap terminal ferry melakukan pemindaian area, menyiapkan wadah khusus, dan menugaskan kru untuk mengumpulkan sampah selama operasional.
  • Pembersihan Pantai Sekitar: Relawan bersama masyarakat setempat membersihkan pantai yang berada dalam radius 5 km dari dermaga.
  • Edukasi Lingkungan: Penyuluhan singkat tentang dampak plastik terhadap ekosistem laut diberikan kepada penumpang dan masyarakat.

Data yang dihimpun menunjukkan bahwa mayoritas sampah (sekitar 78%) berupa plastik sekali pakai, seperti botol PET, kantong plastik, dan styrofoam. Sisanya terdiri dari logam, kertas, serta sampah organik.

Manfaat dan Harapan

Selain mengurangi beban pencemaran, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab di kalangan pengguna layanan feri. Pihak manajemen ASDP berkomitmen untuk menjadikan pembersihan tahunan ini sebagai standar operasional, serta bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk memperkuat infrastruktur pengelolaan limbah di wilayah pesisir.

Dengan dukungan aktif dari karyawan, penumpang, dan komunitas lokal, aksi ini menegaskan peran strategis perusahaan transportasi laut dalam menjaga kelestarian sumber daya maritim Indonesia.