600 Hektare Sawah di Nagan Raya Mengalami Kekeringan Akibat Saluran Irigasi Dangkal
600 Hektare Sawah di Nagan Raya Mengalami Kekeringan Akibat Saluran Irigasi Dangkal

600 Hektare Sawah di Nagan Raya Mengalami Kekeringan Akibat Saluran Irigasi Dangkal

LintasWarganet.com – 08 Juni 2026 | Di Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, sekitar enam ratus hektare lahan sawah dilaporkan mengalami penurunan kelembaban tanah dan mengering secara signifikan. Penurunan tersebut disebabkan oleh saluran irigasi utama yang terlalu dangkal, sehingga tidak mampu menyalurkan air secara optimal ke bidang pertanian selama musim hujan belakangan ini.

Petani setempat mengaku bahwa curah hujan yang masuk ke daerah mereka tidak cukup mengalir ke sawah karena air cepat meluap di sepanjang kanal yang tidak memadai. Akibatnya, pertumbuhan padi terhambat, dan beberapa petani terpaksa menunda penanaman atau beralih ke tanaman yang lebih toleran terhadap kekeringan.

Pemerintah Kabupaten Nagan Raya melalui Dinas Pertanian telah melakukan survei lapangan dan mengidentifikasi beberapa titik kritis di mana kedalaman saluran hanya berkisar antara 30–40 sentimeter, jauh di bawah standar yang disarankan. Langkah penanggulangan yang direncanakan meliputi:

  • Peningkatan kedalaman dan lebar saluran irigasi utama.
  • Pembangunan saluran sekunder untuk mendistribusikan air ke area yang paling terdampak.
  • Penyuluhan kepada petani tentang teknik konservasi air, termasuk penggunaan sistem irigasi tetes.
  • Penyediaan bantuan finansial sementara bagi petani yang mengalami kerugian.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh memantau kondisi tanah dan menyediakan informasi cuaca terkini kepada masyarakat. Mereka menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah, lembaga teknis, dan komunitas pertanian untuk mengatasi masalah infrastruktur irigasi ini secara berkelanjutan.

Jika tidak ditangani dengan cepat, perkiraan kerugian produksi beras dapat mencapai jutaan kilogram, yang berpotensi memengaruhi ketahanan pangan lokal dan menambah beban ekonomi rumah tangga petani.