Viral Ledakan Galian di Fatmawati Jaksel, Ini Dugaan Penyebab dan Kronologinya
Viral Ledakan Galian di Fatmawati Jaksel, Ini Dugaan Penyebab dan Kronologinya

Viral Ledakan Galian di Fatmawati Jaksel, Ini Dugaan Penyebab dan Kronologinya

LintasWarganet.com – 08 Juni 2026 | Polisi mengonfirmasi bahwa ledakan yang terjadi di Jalan Fatmawati Raya, Cilandak, Jakarta Selatan pada hari … disebabkan oleh kabel listrik yang putus ketika sedang digali. Insiden tersebut sempat menjadi viral setelah video muncul di platform X, memperlihatkan ledakan dahsyat yang melukai beberapa orang dan mengakibatkan kerusakan properti di sekitar lokasi.

Berikut kronologis singkat kejadian berdasarkan keterangan aparat dan saksi:

  1. Pukul 07.30 WIB, tim pekerja galian memulai pekerjaan penggalian di area Jalan Fatmawati Raya untuk kepentingan proyek pembangunan.
  2. Pada pukul 08.05 WIB, terdengar suara letusan keras di sekitar area galian, diikuti asap tebal dan percikan api.
  3. Saksi mata melihat kabel listrik yang berada di kedalaman tanah tiba‑tiba mengeluarkan percikan sebelum meletus, menimbulkan ledakan.
  4. Tim pemadam kebakaran tiba di lokasi dalam waktu 10 menit, memadamkan api dan mengevakuasi warga sekitar.
  5. Polisi mengevakuasi korban, memberikan pertolongan pertama, dan mengamankan area untuk penyelidikan lanjutan.

Hasil inspeksi awal mengindikasikan bahwa kabel listrik bertegangan tinggi yang tidak terdeteksi oleh tim penggali menjadi penyebab utama. Penyebab terputusnya kabel belum dipastikan, namun diduga karena kurangnya koordinasi antara pihak pengelola jaringan listrik dengan kontraktor galian.

Pihak PT. PLN (Persero) menyatakan akan melakukan audit menyeluruh pada jaringan listrik di wilayah tersebut dan memperketat prosedur pemberitahuan sebelum melakukan pekerjaan galian. Sementara itu, aparat kepolisian terus menyelidiki apakah terdapat kelalaian atau pelanggaran prosedur kerja yang dapat dikenakan sanksi.

Insiden ini menjadi peringatan penting bagi semua pihak yang terlibat dalam proyek konstruksi di daerah perkotaan, mengingat kepadatan infrastruktur bawah tanah yang tinggi. Koordinasi lintas‑sektor, survei lokasi yang akurat, serta penerapan standar keselamatan kerja yang ketat diharapkan dapat mencegah terulangnya kejadian serupa.