Jemaah Haji Gelombang Kedua Mulai Berangkat dari Makkah ke Madinah pada 7 Juni 2026
Jemaah Haji Gelombang Kedua Mulai Berangkat dari Makkah ke Madinah pada 7 Juni 2026

Jemaah Haji Gelombang Kedua Mulai Berangkat dari Makkah ke Madinah pada 7 Juni 2026

LintasWarganet.com – 06 Juni 2026 | Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengonfirmasi bahwa pergerakan jemaah haji pada gelombang kedua dari kota suci Makkah menuju Madinah akan dimulai pada Minggu, 7 Juni 2026. Keberangkatan ini merupakan bagian dari rangkaian perjalanan ibadah haji yang telah dijadwalkan oleh otoritas Saudi Arab.

Beberapa poin penting terkait pelaksanaan gelombang kedua antara lain:

  • Jumlah jemaah yang akan dipindahkan diperkirakan mencapai beberapa ribu orang, dengan prioritas pada jamaah yang telah menyelesaikan thawaf dan sai di Makkah.
  • Transportasi menggunakan bus khusus yang telah disertifikasi memenuhi standar keselamatan dan kenyamanan.
  • Setiap bus dilengkapi dengan fasilitas medis darurat serta petugas keamanan yang siap menangani situasi apapun.
  • Jadwal keberangkatan diatur secara bergilir untuk menghindari kepadatan di rute Makkah‑Madinah.

Kemenhaj menekankan pentingnya kepatuhan jamaah terhadap protokol kesehatan yang masih berlaku, termasuk penggunaan masker, menjaga jarak, dan melakukan pemeriksaan suhu tubuh secara rutin.

Selain itu, pihak kementerian juga mengingatkan jamaah untuk membawa dokumen perjalanan lengkap, seperti paspor, visa haji, serta kartu identitas yang telah terdaftar pada sistem Kemenhaj. Setiap jamaah diwajibkan mengikuti pengarahan singkat sebelum naik bus, yang mencakup informasi tentang rute, waktu tempuh, serta prosedur darurat.

Perjalanan dari Makkah ke Madinah diperkirakan memakan waktu sekitar tiga hingga empat jam, tergantung pada kondisi lalu lintas. Sesampainya di Madinah, jamaah akan melanjutkan rangkaian ibadah di Masjid Nabawi, termasuk ziarah ke makam Nabi Muhammad SAW dan melaksanakan shalat.

Pemerintah Indonesia terus memantau pelaksanaan ibadah haji tahun ini untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan jamaah, serta berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi dalam hal logistik dan layanan kesehatan.