Luncurkan GIFT, Kepala Bappenas Targetkan Investasi Hijau USD 2 Miliar hingga 2030
Luncurkan GIFT, Kepala Bappenas Targetkan Investasi Hijau USD 2 Miliar hingga 2030

Luncurkan GIFT, Kepala Bappenas Targetkan Investasi Hijau USD 2 Miliar hingga 2030

LintasWarganet.com – 06 Juni 2026 | Pada hari ini, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) resmi meluncurkan inisiatif GIFT (Green Investment Facilitation Tool) sebagai bagian dari fase keempat kerja sama strategis dengan Global Green Growth Institute (GGGI). Peluncuran ini menandai langkah konkret pemerintah untuk memperkuat ekosistem investasi hijau di Indonesia.

GIFT dirancang sebagai platform yang mempermudah proses identifikasi, penilaian, dan pendanaan proyek-proyek berkelanjutan. Melalui mekanisme digital terintegrasi, investor dapat mengakses data proyek, analisis risiko, serta skema insentif yang ditawarkan pemerintah.

Dalam sambutannya, Kepala Bappenas menegaskan target ambisius: menarik investasi hijau senilai US$2 miliar ke dalam negeri sebelum tahun 2030. Angka tersebut diharapkan dapat mempercepat transisi energi bersih, meningkatkan efisiensi sumber daya, dan mendukung pencapaian target net-zero Indonesia.

Beberapa sektor prioritas yang diproyeksikan menjadi magnet investasi meliputi:

  • Energi terbarukan, khususnya tenaga surya dan angin
  • Transportasi listrik dan infrastruktur pengisian daya
  • Manajemen limbah dan ekonomi sirkular
  • Pengolahan air bersih serta sistem irigasi berkelanjutan
  • Inovasi agrikultur ramah iklim

Untuk memastikan akuntabilitas, GIFT akan mengadopsi standar pelaporan internasional seperti Green Climate Fund (GCF) dan Climate Bonds Initiative (CBI). Pemerintah juga berkomitmen menyediakan jaminan fiskal dan kemudahan perizinan bagi investor asing maupun domestik.

Langkah ini sejalan dengan agenda global untuk mobilisasi dana hijau, dimana perkiraan kebutuhan investasi bersih mencapai triliunan dolar dalam dekade mendatang. Dengan GIFT, Indonesia berharap menjadi destinasi investasi yang kompetitif dan berkelanjutan.