Purbaya ingin penguatan regulasi atur lama barang berada di pelabuhan
Purbaya ingin penguatan regulasi atur lama barang berada di pelabuhan

Purbaya ingin penguatan regulasi atur lama barang berada di pelabuhan

LintasWarganet.com – 06 Juni 2026 | Menteri Keuangan Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan pentingnya penguatan regulasi yang mengatur lamanya barang berada di pelabuhan. Menurutnya, regulasi yang lebih ketat dapat menurunkan biaya logistik, mempercepat alur pergerakan barang, serta meningkatkan daya saing pelabuhan nasional.

Beberapa isu yang menjadi perhatian antara lain:

  • Waktu penyimpanan barang yang lama di pelabuhan yang menyebabkan penumpukan kontainer.
  • Ketidakefisienan dalam proses bea cukai dan administrasi.
  • Biaya demurrage yang tinggi bagi importir dan eksportir.

Purbaya menekankan bahwa regulasi saat ini masih bersifat umum dan belum memberikan sanksi yang cukup tegas bagi pihak yang melanggar. Ia mengusulkan langkah‑langkah berikut:

  1. Penetapan batas maksimum waktu penyimpanan barang di pelabuhan, misalnya 30 hari untuk kontainer standar.
  2. Pemberlakuan denda progresif bagi pelaku yang melebihi batas waktu tanpa alasan yang sah.
  3. Integrasi sistem informasi antara Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Pelayanan Publik, dan operator pelabuhan untuk memantau pergerakan barang secara real‑time.
  4. Peningkatan kapasitas infrastruktur pelabuhan, termasuk penambahan dermaga dan fasilitas gudang.
  5. Pelatihan dan sosialisasi regulasi baru kepada stakeholder logistik, termasuk freight forwarder dan shipping line.

Penguatan regulasi ini diharapkan dapat mengurangi waktu tunggu kapal di pelabuhan (turn‑around time), menurunkan biaya demurrage, serta mempercepat arus barang masuk dan keluar negara. Hal tersebut sejalan dengan target pemerintah untuk meningkatkan peringkat Logistik Global Indonesia dalam indeks World Bank.

Menteri Keuangan menegaskan bahwa proses revisi regulasi akan melibatkan konsultasi luas dengan asosiasi industri, asosiasi pelabuhan, dan lembaga terkait lainnya. Diharapkan kebijakan baru dapat diimplementasikan pada kuartal berikutnya.