Kota Bogor Raih Penghargaan Tiga Besar Pembiayaan Kreatif
Kota Bogor Raih Penghargaan Tiga Besar Pembiayaan Kreatif

Kota Bogor Raih Penghargaan Tiga Besar Pembiayaan Kreatif

LintasWarganet.com – 06 Juni 2026 | Kota Bogor, Jawa Barat, berhasil menembus tiga besar dalam kategori Pemerintah Daerah Terbaik pada penilaian Pengelolaan Pembiayaan Kreatif yang dilakukan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Pencapaian ini menandai pengakuan atas upaya inovatif pemerintah kota dalam memanfaatkan sumber pembiayaan non‑tradisional untuk mendukung program pembangunan dan layanan publik.

Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan serangkaian indikator, antara lain:

  • Keberagaman sumber dana kreatif yang dimanfaatkan, seperti dana hibah, kemitraan publik‑swasta, serta pendapatan berbasis aset lokal.
  • Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana, termasuk pelaporan berkala yang dapat diakses publik.
  • Efektivitas penggunaan dana untuk meningkatkan kualitas layanan publik, infrastruktur, dan program sosial.
  • Inovasi dalam mekanisme pendanaan, misalnya penerapan platform digital untuk penggalangan dana dan monitoring proyek.

Walikota Bogor, H. Budi Santoso, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan bukti konkret bahwa strategi pembiayaan kreatif dapat mempercepat realisasi program prioritas tanpa membebani anggaran daerah secara berlebihan. Ia menambahkan bahwa pemerintah kota akan terus mengembangkan model pembiayaan yang adaptif, termasuk memperluas jaringan mitra bisnis dan lembaga keuangan yang mendukung.

Para pejabat Kemendagri menilai bahwa Kota Bogor berhasil menunjukkan contoh terbaik dalam mengintegrasikan sumber daya keuangan alternatif dengan tata kelola yang bersih dan akuntabel. Mereka menekankan bahwa model ini dapat dijadikan referensi bagi daerah lain yang ingin meningkatkan kapasitas fiskal secara inovatif.

Ke depan, pemerintah Kota Bogor berencana memperkuat platform digital untuk pengelolaan dana, meningkatkan partisipasi masyarakat melalui program crowdfunding daerah, serta memperluas skema pembiayaan berbasis aset budaya dan pariwisata. Dengan langkah‑langkah tersebut, diharapkan kota dapat terus meningkatkan kualitas hidup warganya sambil menjaga stabilitas keuangan daerah.