Analis: IHSG Melemah ke 5.692, Dipicu Penguatan Dolar dan Suku Bunga Tinggi
Analis: IHSG Melemah ke 5.692, Dipicu Penguatan Dolar dan Suku Bunga Tinggi

Analis: IHSG Melemah ke 5.692, Dipicu Penguatan Dolar dan Suku Bunga Tinggi

LintasWarganet.com – 05 Juni 2026 | Pengamat pasar modal Indonesia, Reydi Octa, mengungkapkan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan hingga 5.692,15 poin pada sesi terbaru. Penurunan ini dipicu oleh penguatan dolar Amerika Serikat serta kebijakan suku bunga yang tetap tinggi di beberapa negara maju.

Kenaikan nilai tukar dolar meningkatkan biaya impor dan menurunkan daya beli investor domestik, sementara ekspektasi kenaikan suku bunga di Amerika Serikat menekan aliran modal masuk ke pasar saham Indonesia. Akibatnya, investor asing cenderung mengalihkan dananya ke aset yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi.

Data perdagangan menunjukkan bahwa sektor keuangan, properti, dan konsumerus mengalami penurunan paling signifikan, sementara sektor pertambangan dan energi relatif lebih tahan.

Sektor Perubahan (%)
Keuangan -2,1
Properti -1,8
Konsumerus -1,5
Pertambangan -0,7
Energi -0,5

Reydi menambahkan bahwa jika tekanan dolar dan kebijakan suku bunga tetap berlanjut, IHSG dapat berpotensi turun lebih dalam dalam minggu-minggu mendatang. Namun, ia juga menekankan pentingnya kebijakan fiskal dan stimulus domestik yang dapat menstabilkan pasar.