Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Ketika Bumi Berhenti Bersabar

Ketika Bumi Berhenti Bersabar

LintasWarganet.com – 04 Juni 2026 | Para ilmuwan dan penulis kebijakan kini dihadapkan pada peringatan keras bahwa Bumi sudah tidak mampu menampung dampak perubahan iklim seperti dulu. Dalam bukunya, David Wallace‑Wells menekankan bahwa lautan, yang selama ini menjadi “penyerap dosa” utama manusia, kini hampir kehilangan kemampuan untuk menyerap karbon dioksida secara efektif.

Lautan menyerap sekitar 25‑30% emisi CO₂ global setiap tahun. Namun peningkatan suhu air, pengasaman, dan berkurangnya biodiversitas mengurangi efisiensi proses penyerapan tersebut. Berikut beberapa indikasi penting yang menunjukkan penurunan fungsi penyerapan laut:

  • Peningkatan suhu rata‑rata permukaan laut sebesar 0,13°C per dekade sejak 1980.
  • Penurunan pH laut sebesar 0,1 unit, menandakan peningkatan keasaman yang menghambat fotosintesis fitoplankton.
  • Penurunan konsentrasi fitoplankton di beberapa zona upwelling utama, mengurangi kapasitas fotosintesis laut.

Akibatnya, lebih banyak karbon tetap berada di atmosfer, mempercepat pemanasan global dan memicu fenomena cuaca ekstrem. Beberapa konsekuensi yang dapat dirasakan dalam dekade berikutnya meliputi:

  1. Kenaikan permukaan laut yang mengancam wilayah pesisir rendah.
  2. Peningkatan frekuensi dan intensitas badai tropis.
  3. Kerusakan terumbu karang yang berdampak pada sektor perikanan dan pariwisata.
  4. Gangguan rantai makanan laut, mengancam ketahanan pangan bagi jutaan orang.

Para pembuat kebijakan kini dituntut untuk mempercepat transisi energi bersih, melindungi ekosistem laut, dan mengurangi emisi karbon secara drastis. Tanpa upaya kolektif yang kuat, Bumi dapat “berhenti bersabar” dan menanggapi dengan perubahan tak terduga yang mengancam kehidupan manusia dan makhluk lain di planet ini.